SRAGEN — Puluhan siswa kelas IX B MTs Muhammadiyah 3 Ngargosari mendapat pengenalan langsung mengenai energi terbarukan melalui program KKN Giat 16 UNNES di Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon. Para mahasiswa membawa alat peraga berupa panel surya dan miniatur pembangkit listrik tenaga angin untuk memperagakan penerapan energi bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Materi Disampaikan dengan Alat Peraga Interaktif
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan perbedaan mendasar antara energi terbarukan dan tidak terbarukan. Siswa diperkenalkan pada empat sumber utama energi ramah lingkungan, yakni matahari, angin, air, dan biomassa.
Metode interaktif dipilih agar siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi memahami bagaimana konsep tersebut bekerja. Alat peraga yang dibawa memperlihatkan secara langsung proses konversi energi matahari menjadi listrik melalui panel surya serta putaran kincir pada pembangkit listrik tenaga angin.
Antusiasme Siswa Mewarnai Sesi Tanya Jawab
Suasana kelas berlangsung aktif. Para siswa bergantian mengajukan pertanyaan dan memberi tanggapan saat sesi diskusi dibuka. Ketertarikan mereka terlihat dari respons yang mengarah pada penerapan energi terbarukan di lingkungan sekitar rumah.
“Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin mengenalkan energi terbarukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Harapannya, siswa tidak hanya memahami jenis dan manfaat energi terbarukan, tetapi juga mulai memiliki kesadaran untuk menggunakan energi secara bijak dan hemat,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Giat 16 UNNES saat memberikan materi.
Pembiasaan Hemat Energi Mulai dari Hal Kecil
Selain aspek teoritis, para mahasiswa menekankan langkah praktis yang bisa langsung diterapkan siswa di rumah. Kebiasaan mematikan lampu saat siang hari dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan menjadi contoh nyata penghematan energi yang mudah dilakukan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi generasi muda di Sragen untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dengan membiasakan perilaku hemat energi sejak di bangku sekolah, kontribusi terhadap masa depan yang berkelanjutan dinilai dapat dimulai dari tindakan sederhana sehari-hari.