SEMARANG — Program beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah resmi berjalan pada 2026. Pada tahun perdana pelaksanaannya, Pemprov Jateng tercatat menyalurkan bantuan pendidikan kepada 73 penerima yang tersebar di berbagai pondok pesantren.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.
15 Santri Diberangkatkan Kuliah ke Luar Negeri
Dari total 73 penerima, sebanyak 15 orang mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan strata satu di luar negeri. Sisanya, 58 penerima, memperoleh beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3 di dalam negeri.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai dukungan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri para santri. Ia juga menyebut santri memiliki keunggulan dibandingkan kelompok mahasiswa pada umumnya.
"Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri, santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran," kata Luthfi di Semarang, 12 Agustus 2026.
Bisyaroh Tahfidh Al-Qur’an Disalurkan ke Ribuan Santri
Selain beasiswa pendidikan, Pemprov Jateng juga menggulirkan program tali asih atau bisyaroh bagi santri penghafal Al-Qur’an. Program ini telah berjalan sejak 2025 dan menyasar ribuan santri di berbagai pondok pesantren di wilayah Jawa Tengah.
Setiap penerima bisyaroh mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoon menegaskan bahwa pemberian bantuan ini tidak dibatasi oleh domisili atau kepemilikan KTP Jawa Tengah.
Santri yang tengah menghafal Al-Qur’an dan belajar di pesantren wilayah Jawa Tengah tetap dapat menerima bantuan meskipun berasal dari daerah lain.