JAWA TENGAH — Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi The Hammers yang sedang berjuang bangkit di Championship. Kegagalan mendatangkan pemain internasional Gabon itu menambah daftar panjang kekecewaan di tengah start buruk mereka musim ini.
Wrexham Menangkan Perlombaan, West Ham Gigit Jari
Menurut laporan Foot Mercato, Wrexham telah mencapai kesepakatan dengan Angers untuk memboyong Ekomie. Padahal, West Ham dan Hamburger SV juga dikabarkan serius memburu pemain berusia 23 tahun tersebut. L'Équipe sebelumnya memberitakan ketertarikan West Ham, dengan Angers memasang banderol €10 juta atau sekitar £8,7 juta.
Kegagalan ini terjadi setelah West Ham menelan hasil minor di dua laga perdana Championship. Skuad asuhan Nuno Espirito Santo hanya mampu bermain imbang melawan Burnley dan kalah dari Charlton Athletic.
Dilema Skuad Mahal di Tengah Krisis Performa
Meski memiliki salah satu skuad dengan gaji tertinggi di divisi kedua, performa West Ham jauh dari kata ideal. Tekanan kini semakin besar di pundak Nuno Espirito Santo. Kekalahan dari Charlton menjadi sinyal bahaya bagi proyek promosi mereka.
Di sisi lain, West Ham sebenarnya punya modal finansial yang cukup besar. Penjualan Crysencio Summerville dan Mateus Fernandes di awal bursa memberikan ruang gerak untuk belanja pemain. Namun, fleksibilitas anggaran itu belum mampu mengamankan tanda tangan Ekomie.
Profil Ekomie dan Dampaknya bagi Lini Belakang West Ham
Ekomie bergabung dengan Angers dari Bordeaux pada 2024. Ia telah mencatatkan lebih dari 50 penampilan di kancah sepak bola Prancis. Pengalaman dan usianya yang masih muda menjadikannya target ideal untuk memperkuat lini belakang.
Kehilangan Ekomie memaksa manajemen West Ham berputar haluan. Dengan bursa transfer yang akan segera ditutup, mereka harus bergerak cepat mencari bek kiri alternatif. Kegagalan ini juga memunculkan pertanyaan besar soal strategi perekrutan pemain klub di tengah tekanan finansial dan target promosi yang menggunung.