JAWA TENGAH — Program ini menjangkau desa-desa yang sebelumnya belum menikmati aliran listrik, seperti Desa Sukamaju di Kabupaten Sukabumi, Desa Cilangari di Kabupaten Bandung Barat, dan Desa Cipendawa di Kabupaten Cianjur. Bagi warga di lokasi tersebut, kehadiran listrik bukan sekadar penerangan, melainkan pembuka akses terhadap kegiatan produktif yang selama ini terhambat.
Infrastruktur Pendukung dan Dampaknya bagi Warga
Untuk mendukung elektrifikasi di 210 titik tersebut, PLN UID Jawa Barat juga membangun gardu distribusi dengan total kapasitas 3.750 kVA. General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyatakan bahwa pemerataan akses listrik adalah kunci pembangunan yang inklusif.
"Listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka kesempatan. Ketika listrik hadir di suatu wilayah, masyarakat memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga berbagai peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup," ujar Muhammad Joharifin dalam keterangan resminya, Rabu (19/2).
Dampak langsung dirasakan oleh pelaku usaha rumahan yang kini bisa memperpanjang jam operasional, serta anak-anak sekolah yang dapat belajar lebih optimal di malam hari. Akses terhadap informasi dan teknologi juga menjadi lebih mudah, memutus isolasi wilayah pedesaan dari arus kemajuan.
Tantangan Geografis dan Sinergi Antarinstansi
Pembangunan jaringan di wilayah pedesaan tidak berjalan mulus. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan akses menuju lokasi, serta cuaca yang dinamis menjadi tantangan utama di lapangan. PLN menyebut keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat setempat.
"Keberhasilan Program Lisdes merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga manfaat listrik dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di berbagai pelosok Jawa Barat," tambah Joharifin.
Sinergi ini dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pemerataan akses energi di masa mendatang. PLN UID Jawa Barat berkomitmen melanjutkan program ini secara berkelanjutan, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat.