Pencarian

BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Lahan di Jateng Saat Puncak Kemarau, Suhu Semarang Capai 34 Derajat

Senin, 24 Agustus 2026 • 19:03:01 WIB
BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Lahan di Jateng Saat Puncak Kemarau, Suhu Semarang Capai 34 Derajat
Warga melintas di kawasan yang lahannya mengering saat puncak musim kemarau di Jawa Tengah.

SEMARANG — Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita Eka Wati, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko kebakaran lahan akibat kondisi vegetasi yang mengering. Imbauan ini menyusul prediksi cuaca cerah yang mendominasi sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari dalam sepekan ke depan.

“Kondisi lahan dan vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar. Meski tidak ada percikan api, daun-daun kering bisa memicu titik api karena tingkat kekeringannya,” ujar Rany, Minggu (23/8/2026).

Wilayah Pegunungan Masih Berpeluang Hujan

Meski didominasi cerah, peluang hujan bersifat lokal tetap terbuka di kawasan pegunungan tengah. Rany menyebutkan beberapa kabupaten seperti Banjarnegara, Banyumas, Wonosobo, dan Purbalingga masih berpotensi mengalami hujan pada sore hingga awal malam.

“Di wilayah pegunungan yang berpotensi hujan itu Banjarnegara, Banyumas, Wonosobo, pokoknya di wilayah pegunungan tengah. Purbalingga juga masih ada potensi hujan,” jelasnya.

Kawasan Pantura, termasuk Kota Semarang, tidak sepenuhnya bebas dari hujan. Jika kondisi atmosfer mendukung, hujan ringan dapat muncul secara tiba-tiba, terutama saat pertumbuhan awan meningkat pada sore hari.

Puncak Kemarau Bergeser ke Karimunjawa pada September

Secara umum, Jawa Tengah masih berada di periode puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Namun, BMKG memperkirakan pergeseran puncak kemarau terjadi di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, pada September mendatang.

“Untuk umumnya di Agustus ini puncak musim kemarau, kemudian di September puncaknya diperkirakan di Karimunjawa. Setelah itu kemungkinan masuk pancaroba dari kemarau ke penghujan,” kata Rany.

Wilayah pegunungan tengah diprediksi menjadi kawasan pertama yang mengalami masa peralihan menuju musim hujan. Hal itu disebabkan peluang terjadinya hujan di wilayah tersebut lebih besar dibandingkan dataran rendah.

Imbauan BMKG untuk Warga: Gunakan Pelindung dan Perbanyak Minum

Rany mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan tabir surya, topi, atau payung serta mencukupi kebutuhan cairan dinilai penting untuk menghindari dampak panas terik.

“Terutama saat keluar rumah, jangan lupa memakai sunscreen, memakai pelindung, topi ataupun payung, dan banyak minum air putih,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok di kawasan lahan kering. Langkah ini untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran yang dapat merugikan lingkungan dan warga sekitar.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks