Pencarian

Bayi Perempuan Baru Lahir Dibuang di Pinggir Jalan Raya Bandungan, Polres Semarang Periksa Saksi dan Kumpulkan Petunjuk

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:32:31 WIB
Bayi Perempuan Baru Lahir Dibuang di Pinggir Jalan Raya Bandungan, Polres Semarang Periksa Saksi dan Kumpulkan Petunjuk
Polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi perempuan di Bandungan.

UNGARAN — Jajaran Satreskrim Polres Semarang masih menyelidiki kasus penemuan bayi perempuan yang dibuang di pinggir jalan utama Bandungan-Lemahabang, Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap identitas pelaku.

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengatakan penyelidikan masih berjalan. Pihaknya kini tengah mendalami keterangan dari warga yang pertama kali melihat bayi tersebut serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap siapa pelaku yang membuang bayi tersebut," jelas AKP Bodia di Ungaran, Selasa (25/8/2026).

Petugas Minta Warga yang Tahu Pelaku Segera Lapor

Dalam pengembangan kasus ini, polisi tidak hanya mengandalkan hasil penyelidikan di lapangan. Peran masyarakat dinilai penting untuk mempercepat proses pengungkapan identitas pelaku pembuangan bayi.

Warga yang memiliki informasi mengenai keberadaan maupun identitas pihak yang diduga membuang bayi tersebut diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor darurat 110.

"Apabila masyarakat memiliki informasi seputar peristiwa tersebut kami mohon bisa mendatangi kantor polisi atau menghubungi nomor 110, nomor darurat kepolisian," tegasnya.

Berawal dari Warga yang Cari Botol Bekas, Bayi Ditemukan dalam Tas Plastik

Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh Slamet (73), seorang warga yang sedang mencari botol bekas di sekitar area pemakaman umum dekat SPBU Pakopen. Awalnya, ia mengira tas plastik berwarna putih tersebut hanya berisi sampah.

Saat diperiksa, Slamet terkejut karena di dalam tas tersebut ternyata terbaring seorang bayi perempuan yang masih hidup. Bayi itu terbungkus kain dan diletakkan begitu saja di bawah pohon mahoni.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas Polsek Bandungan yang dipimpin Kapolsek Iptu Subedi langsung mendatangi lokasi. Petugas kemudian membawa bayi tersebut ke tempat praktik Bidan Desa Nur Endang Sulastri untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Kondisi Bayi Cukup Sehat, Tali Pusar Masih Melekat

Dari hasil pemeriksaan awal, bayi perempuan tersebut diperkirakan baru dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan. Tali pusarnya masih melekat dan belum terpotong, menandakan bayi tersebut lahir tanpa penanganan medis yang layak.

Meski begitu, kondisi bayi dinyatakan cukup sehat. Bayi memiliki berat 3,1 kilogram dengan panjang 48 sentimeter dan masih membutuhkan perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya.

Kapolsek Bandungan, Iptu Subedi, menambahkan bahwa petugas di lapangan juga mengumpulkan sejumlah keterangan guna mendapatkan petunjuk terkait kasus ini.

"Di lapangan petugas kami juga mengumpulkan sejumlah keterangan guna mendapatkan petunjuk terkait kasus ini," tegasnya.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks