Pencarian

Arisan Bodong Masih Marak, Kenali 6 Tanda Bahaya Sebelum Ikut Agar Tak Jadi Korban

Selasa, 25 Agustus 2026 • 16:34:01 WIB
Arisan Bodong Masih Marak, Kenali 6 Tanda Bahaya Sebelum Ikut Agar Tak Jadi Korban
Warga menunjukkan bukti transfer uang saat melaporkan dugaan penipuan berkedok arisan bodong di sebuah kantor polisi.

JAWA TENGAH — Modus penipuan berkedok arisan kembali menjadi perhatian di tengah masih rendahnya literasi keuangan sebagian masyarakat. Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengingatkan, tawaran keuntungan yang tidak masuk akal kerap menjadi pintu masuk utama skema ini.

"Keuntungan yang akan didapat oleh peserta arisan tidak realistis, bisa dua atau tiga kali lipat dari uang yang disetorkan padahal waktu perputarannya relatif singkat," ujar Andi kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/8).

Janji Untung Berlipat dan Rekrutmen Agresif Jadi Ciri Utama

Skema ponzi kerap bersembunyi di balik nama arisan. Perencana keuangan Oneshildt Budi Rahardjo menjelaskan, salah satu pembeda paling mencolok dengan arisan konvensional adalah perilaku pengelolanya yang masif mencari anggota baru.

"Mengenalinya cukup mudah, biasanya arisan ini sistemnya mencari anggota di mana saja secara agresif. Padahal biasanya arisan hanya untuk orang-orang terdekat yang saling mengenal," kata Budi.

Selain dua hal tersebut, sejumlah indikator lain patut membuat calon peserta berpikir dua kali sebelum menitipkan uang:

  • Mekanisme tidak transparan, termasuk cara penentuan penerima dana yang tidak jelas.
  • Admin menutup-nutupi identitas anggota lain.
  • Anggota tidak saling mengenal satu sama lain.
  • Admin sulit dihubungi atau grup WhatsApp dikunci sehingga hanya pengelola yang bisa mengirim pesan.
  • Jadwal pencairan mulai mundur dari kesepakatan.

Pencairan Macet Jadi Sinyal Sistem Telah Gagal

Tanda paling serius muncul ketika pembayaran kemenangan arisan mulai tersendat. Andi menilai admin yang memundurkan jadwal pencairan atau menghilang saat jatuh tempo merupakan indikator kuat arisan tersebut bermasalah.

Budi menegaskan, keterlambatan pembayaran tersebut bukan lagi sekadar tanda bahaya, melainkan bukti sistem yang dijalankan sudah kolaps. "Ketika pembayaran sudah mulai terhambat, maka itu sudah menunjukkan bahwa sistem arisan sudah gagal," ujarnya.

Jangan Mudah Tergiur, Kenali Siapa yang Mengajak

Andi menyarankan masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming hasil besar dalam waktu cepat. Sebelum bergabung, calon peserta wajib memastikan admin mampu menjelaskan skema secara gamblang dan masuk akal.

Prioritas utama adalah memilih arisan yang seluruh pesertanya dikenal. Jika ada anggota asing, sempatkan berkomunikasi dan berkenalan terlebih dahulu untuk memastikan kredibilitas kelompok tersebut.

Budi menambahkan, ajakan dari orang terdekat pun tidak boleh serta-merta membuat seseorang lengah. "Jangan mudah tergiur iming-iming hadiah yang menggiurkan, perhatikan seberapa agresif orang yang menawarkan arisan, apalagi jika pengelolanya adalah orang yang tidak dikenal. Meskipun yang mengajak adalah orang terdekat entah teman, saudara, kerabat atau lainnya," jelas Budi.

Menurut Budi, korban arisan bodong biasanya berasal dari dua kelompok: mereka yang spekulatif dan masyarakat yang belum memahami pola skema mencurigakan. "Korban-korban baru juga akan selalu ada di masa yang akan datang. Inovasi sistem arisannya pun bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman," pungkasnya.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks