KUDUS — Sebanyak 51 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kini siap digunakan para petani di Kabupaten Kudus. Bantuan tersebut disalurkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra setempat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Ketua DPC Gerindra Kudus, Sulistyo Utomo, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada perwakilan kelompok tani, Senin (24/8/2026). Menurutnya, mekanisasi pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi kerja petani di tengah tantangan keterbatasan tenaga kerja manual.
Rincian Bantuan: 16 Traktor Roda Dua hingga 1 Combine Harvester
Bantuan alsintan yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis peralatan dengan spesifikasi berbeda. Rinciannya, 16 unit traktor roda dua, enam unit traktor roda empat, tiga unit traktor roda crawler atau rotavator, sembilan pompa air berkapasitas enam inci, 16 pompa air tiga inci, serta satu unit combine harvester berukuran besar.
Kehadiran combine harvester diharapkan mampu mempercepat proses panen secara signifikan. Sementara itu, traktor dan rotavator akan membantu petani dalam pengolahan lahan yang lebih cepat dibandingkan cara konvensional.
Bukan Sekadar Target Produksi, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas
Sulistyo menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak cukup hanya diukur dari angka target produksi. Ia menilai kebijakan tersebut harus diiringi dengan penguatan sarana produksi, adopsi teknologi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama.
"Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan swasembada pangan benar-benar dirasakan petani. Mereka harus mendapatkan dukungan agar produktivitas meningkat dan hasil pertanian memberikan kesejahteraan," ujarnya.
Persoalan Pertanian Tak Hanya Soal Lahan
Menurut Sulistyo, persoalan pertanian di lapangan tidak melulu berkutat pada ketersediaan lahan. Para petani juga membutuhkan akses terhadap pupuk dan benih berkualitas, jaringan irigasi yang memadai, pembiayaan, hingga jaminan harga hasil panen yang layak.
Ia menambahkan, pemanfaatan alsintan menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya produksi. Dengan teknologi yang memadai, proses pengolahan lahan hingga panen bisa berjalan lebih efektif dan efisien.
"Dengan dukungan teknologi dan sarana pertanian yang memadai, kami berharap petani semakin produktif, biaya produksi bisa ditekan, dan kesejahteraan mereka ikut meningkat. Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ketahanan pangan," tandasnya.