SEMARANG — Perhelatan tahunan yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah berakhir dengan catatan positif. Penutupan pameran pada Sabtu (22/8/2026) mengonfirmasi bahwa gelaran ini menjadi motor penggerak bagi pelaku UMKM untuk menaikkan kelas usahanya, dari skala lokal menuju pasar mancanegara.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa keberhasilan pameran tidak diukur dari banyaknya pengunjung semata. Ia menekankan dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha menjadi indikator utama, terutama dalam hal perluasan jangkauan pasar.
Jamu Jateng Tembus Pasar Malaysia
Salah satu capaian yang disorot adalah kesepakatan awal kerja sama antara produsen jamu lokal dengan mitra bisnis dari Malaysia. Nota kesepahaman ini dinilai sebagai bukti bahwa produk-produk berbasis kearifan lokal mampu bersaing di kancah internasional.
“Bukan hanya pengunjungnya yang banyak, bukan hanya hasilnya yang melimpah, tetapi ada peningkatan. Dan itu nyata. Ada salah satu jamu yang menyampaikan kepada kami akan MoU dengan Malaysia,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya saat menutup acara, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Menurutnya, lompatan pasar ini menjadi jembatan bagi UMKM untuk bertransformasi. Usaha mikro yang semula hanya melayani pembeli di sekitar kabupaten/kota kini memiliki peluang untuk menembus pasar nasional hingga luar negeri.
“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” katanya.
Transaksi Tembus Lebih dari Rp1 Miliar
Berdasarkan data panitia, omzet penjualan selama tiga hari berjalan fluktuatif. Hari pertama mencatatkan Rp200 juta, disusul hari kedua Rp165 juta, dan memuncak pada hari ketiga dengan Rp300 juta hingga Sabtu sore.
Secara kumulatif, nilai transaksi yang tercatat hingga jelang penutupan mencapai Rp1,165 miliar. Jumlah ini sejalan dengan total pengunjung yang mencapai 15.159 orang selama periode yang sama.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani menjelaskan, pameran tahun ini sengaja dirancang dengan konsep zonasi tematik. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung sekaligus memaksimalkan ruang promosi bagi para pelaku usaha.
“Konsep pameran adalah dengan zonasi tematik, meliputi zona Dekranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan,” kata Desy.
221 Stan dan Rangkaian Kegiatan Pendukung
Gelaran ini diikuti oleh 221 stan yang terbagi dalam beberapa kategori. Rinciannya, 35 stan untuk Dekranasda Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Partisipasi tidak hanya datang dari pelaku usaha Jawa Tengah. Sejumlah peserta dari provinsi lain, termasuk wilayah Kalimantan dan Sumatera, turut memeriahkan pameran. Kehadiran mereka dinilai memperkuat daya tarik event ini sebagai ajang promosi lintas daerah.
Selama tiga hari, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan 40 perusahaan, lomba mural untuk tingkat SMA, lomba menggambar untuk tingkat SD, lomba stan terbaik, hiburan musik, serta nonton bareng film-film lawas setiap malam.
Penguatan Sertifikasi Halal dan Dukungan OPD
Dalam rangkaian acara, Pemprov Jawa Tengah turut menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM sekaligus mendorong kenaikan omzet penjualan.
Taj Yasin mengapresiasi peran OPD dalam memfasilitasi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan pasar hingga ekspor. Ia menilai penguatan sektor ini krusial karena UMKM terbukti memiliki daya tahan dalam menghadapi tekanan ekonomi, termasuk saat krisis moneter dan pandemi Covid-19.
Ke depan, ia berharap penyelenggaraan tahun depan tidak hanya mampu menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga mendorong transaksi yang lebih besar. “Bagaimanapun juga ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” pungkasnya.