JAWA TENGAH — West Ham United berada di ambang bencana. Kekalahan 3-1 dari Newcastle United pada Minggu (18/5) membuat mereka nyaris pasti terdegradasi ke Championship. Nasib The Hammers akan benar-benar ditentukan jika Tottenham Hotspur setidaknya bermain imbang melawan Chelsea pada Selasa (20/5) dini hari WIB.
Laporan keuangan terakhir klub menunjukkan kerugian mencapai £104,2 juta. Kondisi ini akan semakin parah jika pendapatan dari hak siar Premier League lenyap. Manajemen klub sudah mengakui adanya "kekurangan likuiditas pada musim panas 2026" dalam proyeksi keuangan mereka.
Siapa Saja yang Akan Hengkang?
Jarrod Bowen, Mateus Fernandes, dan Crysencio Summerville diprediksi menjadi nama pertama yang hengkang. Ketiganya sudah diminati klub-klub besar Eropa. Fernandes, gelandang Portugal yang baru dibeli dari Southampton seharga £38 juta musim panas lalu, disebut-sebut masuk radar Arsenal, Manchester United, dan Paris Saint-Germain.
Situasi Bowen juga tak kalah genting. Winger timnas Inggris berusia 29 tahun itu selama ini setia, namun degradasi bisa memaksanya mengutamakan karier. "Beberapa klub Premier League memantau situasinya," tulis laporan keuangan klub yang dikutip media Inggris.
Summerville, yang berpeluang masuk skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026, juga akan menjadi rebutan. Sementara itu, Manchester United dikabarkan tertarik pada bek kiri asal Senegal, El Hadji Malick Diouf.
Bek dan Gelandang Juga Siap Pergi
Tak hanya lini depan, pertahanan West Ham juga akan porak-poranda. Axel Disasi akan kembali ke Chelsea setelah masa peminjamannya berakhir. Duet bek tengah Konstantinos Mavropanos dan Jean-Clair Todibo pun diprediksi angkat kaki. Everton sempat mencoba merekrut gelandang Tomas Soucek pada bursa transfer musim panas lalu.
Masa Depan Pelatih Nuno Espirito Santo
Manajemen West Ham berencana mempertahankan Nuno Espirito Santo sebagai pelatih kepala. Namun, beberapa sumber internal meyakini bahwa sang manajer justru akan memilih mundur jika timnya benar-benar terdegradasi.
Klub sadar betul mereka tidak boleh melanggar regulasi keuangan Premier League maupun EFL. Penjualan pemain dalam jumlah besar menjadi satu-satunya jalan untuk menutup lubang keuangan yang menganga.