Pencarian

KLa Project dan Ribuan Warga Semarang Bernostalgia Nyawiji di Puncak HUT ke-81 Jateng, Lagu Lawas Jadi Mesin Waktu

Minggu, 23 Agustus 2026 • 14:29:01 WIB
KLa Project dan Ribuan Warga Semarang Bernostalgia Nyawiji di Puncak HUT ke-81 Jateng, Lagu Lawas Jadi Mesin Waktu
Ribuan penonton memadati area PRPP Jawa Tengah untuk menyaksikan penampilan KLa Project dalam konser puncak HUT ke-81 Jateng, Sabtu malam.

SEMARANG — Panggung "Harmony of Java 2026" di PRPP Jawa Tengah berubah menjadi ruang nostalgia raksasa pada Sabtu malam. Ribuan pasang mata menatap haru saat Lilo, Adi, dan Katon Bagaskara muncul membuka penampilan dengan tembang "Gerimis", disambut pekik antusiasme yang menggema di seluruh area konser.

Bukan sekadar hiburan, konser gratis ini menjelma menjadi ajang reuni rasa bagi mereka yang tumbuh bersama lantunan musik era 80-an dan 90-an. Wajah-wajah berseri terlihat di antara lautan penonton, larut dalam setiap penggal lirik yang dinyanyikan bersama.

Nostalgia yang Menyatukan Lintas Generasi

Bagi Eli Rahmawati, warga Salatiga, perjalanan berkilo-kilo meter bersama lima sahabatnya terbayar lunas. Mereka datang bukan hanya untuk menonton, tetapi untuk mengulang penggalan masa muda yang pernah mereka lalui bersama.

"Kebetulan ini gratis, jadi pada minat semua teman-teman. Bisa bernostalgia, terutama untuk kami yang seusia, yang masih tahun 80-an," ujar Eli saat ditemui di sela konser, Sabtu malam.

Kekuatan KLa Project malam itu memang terletak pada kemampuannya merangkai memori. Lagu-lagu seperti "Menjemput Impian", "Semoga", dan "Yogyakarta" seolah menjadi portal yang membawa penonton kembali ke masa ketika kaset masih menjadi benda berharga dan radio adalah teman setia perjalanan.

Momen Kocak Katon Bagaskara di Tengah Lagu "Terpuruk"

Suasana haru sempat berubah menjadi gelak tawa ketika Katon Bagaskara melontarkan komentar spontan. Melihat para penonton justru menyanyikan lagu "Terpuruk" dengan riang dan penuh senyuman, vokalis KLa Project itu pun melontarkan candaan.

"Kalian ini gimana, lagu Terpuruk kan liriknya sedih tapi kalian kok tetap saja nyanyinya ceria? Baiklah kita ganti liriknya jadi bahagia ya, bahagia tak terkira," ujar Katon dari atas panggung, disambut tawa ribuan penonton.

Harapan Warga untuk Pesta Rakyat Berikutnya

Antonius, warga Kota Semarang yang datang bersama istri dan dua anaknya, mengaku telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk momen ini. Sebagai penggemar berat sejak KLa Project dikenal lewat "Tentang Kita" pada 1988, ia menikmati konser dengan cara sederhana.

"Mengikuti konser ini asyik, Mas. Mantap," katanya singkat sembari mengacungkan ibu jari.

Ia pun menaruh harapan besar agar perayaan serupa bisa kembali digelar dengan menghadirkan musisi legendaris lainnya. "Mungkin bisa kembali dihadirkan artis-artis yang populer, yang legendaris dan gratis. Tetap harus merakyat," ujar Antonius.

Panggung "Harmony of Java 2026" malam itu membuktikan bahwa sebuah lagu mampu menjadi mesin waktu. Ada generasi yang kembali mengenang masa mudanya, ada pula generasi baru yang ikut menikmati energi yang sama. Semua bertemu dan menyatu di bawah cahaya panggung, dalam harmoni yang nyawiji.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infojateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks