JAWA TENGAH — Rencana itu disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer JIO Distribusi Indonesia, Dhany Yahya, di Lembang, Jawa Barat, Selasa (18/8). Ia menargetkan kendaraan multi purpose vehicle (MPV) bertenaga listrik itu sudah bisa dipasarkan pada paruh pertama tahun depan.
"Mudah-mudahan semester 1 udah bisa kami lakukan," ujar Dhany kepada awak media.
Arcfox V9, MPV Premium Boxy yang Sudah Meluncur di China
Model yang dimaksud diduga kuat adalah Arcfox V9. MPV berukuran besar dengan desain boxy ini sudah lebih dulu mengaspal di pasar China dan ditawarkan dalam dua pilihan penggerak: baterai murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Namun, Dhany belum bersedia membeberkan detail spesifikasi maupun varian yang akan dibawa ke Indonesia.
Soal waktu peluncuran, ia membuka peluang memanfaatkan kalender pameran otomotif besar di Indonesia. Meski begitu, BAIC punya pola tersendiri dalam meluncurkan produk baru.
"Biasanya kami launching satu bulan sebelum pameran seperti T1 kemarin," tuturnya.
Arcfox T5 dan Teknologi REEV Ikut Disiapkan
Sebelum MPV listrik hadir, BAIC masih punya pekerjaan rumah lain. Perusahaan berencana mengenalkan Arcfox T5, sebuah SUV elektrifikasi dengan panjang bodi nyaris 5 meter, sebelum 2026 berakhir.
Selain itu, teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) tengah dipertimbangkan untuk masuk Indonesia tahun depan. Sejumlah model BAIC di pasar global sudah mengusung teknologi tersebut.
"Kami punya model yang rencana REEV itu di BJ41 atau BJ40 Pro. Ada juga di T5, dan di V9 untuk REEV dan BEV," kata Dhany.
Penjualan Naik Hampir Dua Kali Lipat, Target 2026 Tembus 200 Persen
BAIC resmi beroperasi di Indonesia pada 2024 dan mencatat penjualan ritel 198 unit pada periode Agustus-Desember tahun tersebut. Angka ini meningkat menjadi 677 unit sepanjang 2025.
Memasuki 2026, kinerja penjualan kembali menunjukkan pertumbuhan. Pada Januari-Juli 2026, BAIC sudah menjual 415 unit, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 291 unit. Meski pertumbuhan terlihat positif, manajemen mengaku belum puas dengan capaian tersebut.
"Kalau kita evaluasi, kita masih belum puas. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kita menjual lebih baik dibandingkan dengan tahun 2025 untuk wholesale-nya," ujar Dhany.
Perusahaan bahkan memasang target agresif: pertumbuhan penjualan hingga 200 persen pada akhir 2026 dibandingkan capaian tahun lalu.
Untuk lini kendaraan listrik, BAIC mengandalkan crossover T1 sebagai produk perdananya. Namun, perusahaan belum menetapkan target pangsa pasar khusus untuk segmen EV.
"Belum. Jadi kita lihat bahwa kemarin ternyata, apa namanya, kita sadari bahwa di kelasnya segmen ini memang cukup tight," kata Dhany.
Respons konsumen terhadap T1 disebut positif. Saat diluncurkan di GIIAS 2026, lebih dari 200 orang melakukan uji coba. Dari total 407 surat pemesanan kendaraan (SPK) yang terkumpul selama pameran, 139 SPK di antaranya merupakan pesanan T1.
"Dan mereka mengatakan kendaraan ini memang bagus tapi memang mereka butuh test drive yang lebih panjang lagi," pungkasnya.