JAWA TENGAH — Debut pertama di pameran otomotif nasional langsung berbuah manis bagi Changan. Sepanjang GIIAS 2026, merek asal Tiongkok itu membukukan 1.120 SPK, dengan Nevo Q05 sebagai model terlaris. Angka ini sekaligus menjadi modal awal bagi Changan untuk membangun pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengapresiasi respons konsumen terhadap produk yang dipamerkan. Menurutnya, antusiasme ini menunjukkan pergeseran preferensi pembeli yang tidak lagi sekadar mencari mobil listrik murah, tetapi mempertimbangkan desain, kenyamanan kabin, teknologi, performa, hingga kelengkapan fitur.
“GIIAS 2026 menjadi momentum penting bagi perjalanan Changan di Indonesia. Kami melihat bahwa konsumen kini semakin memperhatikan berbagai aspek ketika memilih kendaraan elektrifikasi,” ujar Setiawan dalam rilis resmi, Selasa (11/8).
Nevo Q05 Jadi Primadona, REEV dan BEV Direspons Berbeda
Nevo Q05 mencatatkan 876 SPK, menjadikannya tulang punggung penjualan Changan di GIIAS 2026. SUV listrik ini memperkenalkan strategi elektrifikasi yang menempatkan teknologi sebagai bagian dari pengalaman berkendara harian, bukan sekadar alat transportasi.
Posisinya sebagai SUV listrik memberi ruang bagi konsumen keluarga. Desain dan fitur menjadi elemen pendukung karakter kendaraan secara keseluruhan. Dominasi SPK Nevo Q05 memperlihatkan respons pasar terhadap kombinasi itu.
Deepal S05: 69 Persen Pembeli Pilih Varian BEV
Model lain yang turut menyumbang angka penjualan adalah Deepal S05 dengan 115 SPK. Mobil yang resmi meluncur sebulan sebelum GIIAS ini menawarkan dua pilihan sistem elektrifikasi: Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Komposisi pemesanan menunjukkan perbedaan kebutuhan yang jelas. Varian BEV menyumbang 69 persen dari total SPK Deepal S05, sementara REEV mencatat 31 persen. Artinya, sebagian konsumen mengutamakan mobil bebas emisi murni, tetapi tak sedikit pula yang membutuhkan fleksibilitas perjalanan jarak jauh tanpa khawatir soal infrastruktur pengisian daya.
Deepal S07 dan Lumin Genjot 129 SPK
Changan juga membawa Deepal S07 dan Lumin ke GIIAS 2026. Keduanya menyasar segmen berbeda: Deepal S07 untuk konsumen SUV listrik berteknologi tinggi, sementara Lumin menawarkan karakter kompak bagi pengguna perkotaan. Secara gabungan, dua model ini membukukan 129 SPK selama pameran.
Rangkaian produk itu menjadi bagian strategi Changan memasuki pasar elektrifikasi Indonesia. Mereka tidak mengandalkan satu jenis teknologi atau satu karakter kendaraan. Pilihan produk dibuat mencakup SUV listrik, mobil perkotaan, hingga teknologi REEV. Dengan begitu, konsumen bisa memilih berdasarkan kebutuhan, sekaligus memberi Changan data respons pasar terhadap karakter produk yang berbeda.
“Pencapaian di GIIAS 2026 menjadi awal yang sangat baik bagi Changan. Kami akan membawa semangat ini ke kota-kota berikutnya dan terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen,” tutup Setiawan.