Pencarian

Gunung Tangkil Sukabumi Tercemar Pakaian Dalam, Situs Megalitikum Terbengkalai

Rabu, 26 Agustus 2026 • 09:05:02 WIB
Gunung Tangkil Sukabumi Tercemar Pakaian Dalam, Situs Megalitikum Terbengkalai
Sampah pakaian dalam ditemukan di celah batu menhir Gunung Tangkil, Sukabumi, yang masuk kawasan Cagar Alam Sukawayana.

JAWA TENGAH — Keindahan alam dan nilai historis Gunung Tangkil di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ternyata menyimpan masalah serius. Kawasan yang masuk Cagar Alam Sukawayana ini justru dipenuhi sampah pakaian dalam wanita yang tersebar di antara struktur batu kuno, mengindikasikan adanya aktivitas spiritual yang tidak semestinya.

Temuan ini pertama kali diungkap oleh Firman Hidayat, Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar. Bersama sejumlah komunitas pemerhati budaya Sunda, ia melakukan penelusuran langsung ke titik batu menhir dan struktur undakan batu kuno di tengah lebatnya hutan Gunung Tangkil pada pekan lalu.

Menhir dan Undakan Batu Tercemar Sampah Pakaian Dalam

Alih-alih menemukan kawasan yang terjaga asri, rombongan justru dikejutkan dengan pemandangan memprihatinkan. Di bawah susunan batu purba, terdapat lubang kecil yang dipenuhi tumpukan pakaian dalam wanita, mulai dari celana dalam hingga bra.

"Waktu penelusuran pekan lalu sampai ke titik batu menhir dan undakan itu, kondisi di sana memang terlihat tidak terawat dan seperti ada pembiaran. Yang sangat kami sayangkan, di bawah susunan batu itu ada lubang kecil, dan di dalamnya banyak ditemukan pakaian dalam wanita, mulai dari celana dalam (cangcut) sampai kutang (bra)," ujar Firman, Senin (24/8/2026).

Kondisi ini diperparah dengan adanya titik-titik bekas galian liar di sekitar situs. Firman menduga aktivitas tambang ilegal turut merusak kawasan bersejarah yang memiliki potensi besar ini.

Potensi Lebih Besar dari Situs Gunung Padang

Secara historis, susunan batu megalitikum di Gunung Tangkil dinilai memiliki nilai yang sangat tinggi. Beberapa pihak bahkan menduga kawasan ini bisa jadi lebih tua atau lebih luas dari perkiraan awal, dengan kemiripan peradaban yang diduga setara dengan Situs Gunung Padang di Cianjur.

Sayangnya, minimnya pengawasan membuat situs ini rawan disalahgunakan. Firman mengkhawatirkan lokasi bersejarah ini justru dijadikan tempat ritual yang menyimpang, alih-alih dijaga sebagai warisan leluhur.

"Kami sangat khawatir lokasi bersejarah ini justru dijadikan tempat ritual yang menyimpang. Selain sampah pakaian dalam di celah batu, kami juga mendapati adanya titik-titik bekas galian liar, mungkin aktivitas tambang," bebernya.

Desakan Penetapan Cagar Budaya Resmi

Melihat kondisi ini, Firman mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan. Penataan kawasan dan perlindungan hukum yang tegas dinilai mutlak diperlukan agar situs ini tidak semakin rusak.

"Secara historis, susunan batu megalitikum di sini punya potensi besar, bahkan bisa jadi lebih tua atau lebih luas dari dugaan awal. Maka dari itu, besar harapan kami kawasan ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya resmi. Penataan mutlak diperlukan demi menjaga keaslian kawasan sebagai warisan leluhur kita," tegas Firman.

Bagi traveler yang tertarik dengan wisata sejarah dan budaya, Gunung Tangkil sebenarnya menyimpan daya tarik yang unik. Namun, kondisi terkini yang memprihatinkan membuat kawasan ini belum layak dikunjungi secara luas. Informasi lebih lanjut mengenai status dan akses kunjungan dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata atau kebudayaan setempat.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks