KEBUMEN — Pengukuhan pengurus baru dirangkai dengan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB Kebumen. Agenda itu menjadi penanda arah politik partai menghadapi kontestasi berikutnya, bukan sekadar seremonial pergantian pengurus.
Target 16 kursi menjadi pekerjaan rumah utama Zaeni. Angka itu dipasang setelah PKB keluar sebagai partai pemenang pada Pemilu 2024, capaian yang menurut dia justru menuntut kerja lebih keras.
Pesan Zaeni: Jangan Terlena Kemenangan 2024
Zaeni meminta kader tidak berpuas diri atas hasil pemilu sebelumnya. Mempertahankan prestasi politik, kata dia, butuh konsolidasi organisasi dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
"Betapa saya tidak boleh berpuas diri, hari ini PKB tidak boleh berpuas diri atas kemenangan yang telah diraih. Saya kira slogan 'Asal Menang Mangkat Dewek' tetap akan berlaku," ujar Zaeni.
Ia menilai pemilu mendatang punya hitung-hitungan berbeda dengan akurasi yang juga berubah. Karakter pemilih yang semakin cerdas membuat partai dituntut terus beradaptasi.
"Pemilu ke depan tentu punya hitung-hitungan tersendiri, akurasinya juga pasti berbeda. Pemilih juga sudah semakin cerdas, sehingga partai kita harus hadir di masyarakat. Itulah kata kuncinya, keberadaan politik kehadiran," katanya.
Dari 9 Kursi ke 4 Kursi: Pelajaran Konflik Internal
Di balik kemenangan 2024, PKB Kebumen menyimpan sejarah pasang surut perolehan kursi. Pada awal perjalanan partai di Kebumen, PKB pernah menempati posisi kedua dengan sembilan kursi dan sekitar 120 ribu suara.
Perolehan itu merosot tajam hingga hanya empat kursi pada Pemilu 2009. PKB untuk pertama kalinya kehilangan kursi pimpinan DPRD Kebumen pada periode tersebut.
Zaeni menilai konflik internal menjadi salah satu penyebab kemerosotan itu. Pengalaman pahit tersebut, menurut dia, menjadi pelajaran penting yang tidak boleh terulang di kepengurusan periode 2026–2031.
Empat Periode Memimpin, Konsolidasi Jadi Kunci
Kepemimpinan Zaeni di PKB Kebumen bukan hal baru. Ia kembali dipercaya menakhodai DPC PKB Kebumen untuk keempat kalinya sejak 2010, kini berjalan beriringan dengan posisinya sebagai Wakil Bupati Kebumen.
Dengan target 16 kursi, konsolidasi hingga tingkat ranting menjadi ujian pertama pengurus baru. Muskercab di Mexolie Hotel Kebumen menjadi titik awal penataan struktur sebelum tahapan pemilu bergulir.