Pencarian

Maextro V800: Braket Pedal Rem Patah, China Buka Investigasi

Rabu, 21 Oktober 2026 • 14:34:32 WIB
Maextro V800: Braket Pedal Rem Patah, China Buka Investigasi
Tiga unit Maextro V800 mengalami patah braket pedal rem dalam uji pengereman darurat yang dilakukan media otomotif Dongchedi.

JAWA TENGAH — Tiga unit Maextro V800 patah braket pedal rem saat uji pengereman darurat dari 100 km/jam, dan pemerintah China kini menyelidiki. MPV mewah hasil kolaborasi Huawei dan JAC ini sudah dikirim ke konsumen, tapi Maextro menolak menyebutnya cacat produksi — mereka menyebut tes itu "kondisi ekstrem tidak standar".

Investigasi gabungan melibatkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Administrasi Ruang Siber China, serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar. Ketiganya menindaklanjuti temuan uji pengereman yang dipublikasikan media otomotif Dongchedi, dan akan mengambil langkah sesuai hukum yang berlaku.

Yang membuat kasus Maextro V800 berat: kegagalan terjadi konsisten di tiga unit berbeda, bukan satu kendaraan apes. Unit pertama patah pada percobaan ketiga, unit kedua pada percobaan keempat, unit ketiga pada percobaan pengereman kekuatan penuh yang kedua.

Angka Gaya Pedal yang Bikin Curiga

Sensor gaya pedal mencatat angka yang sulit diabaikan. Gaya maksimum sebelum kegagalan sempat menyentuh 4.589 N, tapi komponen di kendaraan ketiga patah saat pembacaan baru 1.612 N.

Bandingkan dengan standar nasional China: pedal rem wajib mampu menahan beban 2.000 N selama 5 detik tanpa gagal. Artinya braket Maextro V800 patah di bawah ambang batas yang diwajibkan negara — bukan di atasnya.

Pengujian dilakukan di lintasan tertutup, dari 100 km/jam hingga berhenti total. Metodenya keras, tapi bukan skenario yang mustahil di jalan tol.

Klaim Maextro: Bukan Kegagalan di Pemakaian Nyata

Maextro sudah buka suara lewat pernyataan di Weibo. Pabrikan menyatakan tidak ada kegagalan braket pedal rem dalam penggunaan aktual konsumen sejak pengiriman unit dimulai.

Versi Maextro, kondisi di video Dongchedi adalah pengujian ekstrem yang tidak standar. Mereka juga menegaskan sistem pengereman V800 dikembangkan dan divalidasi melampaui persyaratan standar nasional maupun industri China.

Meski begitu, Maextro tetap berkomitmen memperbaiki desain braket tersebut dan menawarkan upgrade gratis bagi pemilik kendaraan saat ini. Pabrikan juga menyatakan akan meninjau ulang validasi desain, parameter pengujian, dan manajemen kualitas produksi secara sistematis.

Kenapa Kasus Ini Penting buat Pembeli MPV Listrik

Maextro V800 bukan produk pinggiran. Kolaborasi Huawei dan JAC ini diposisikan di segmen MPV mewah, kelas yang pembelinya menuntut standar keselamatan tertinggi — bukan cuma layar besar dan kursi captain seat.

Komitmen upgrade gratis patut dicatat sebagai langkah perbaikan. Tapi ada celah logika yang mengganggu: kalau desainnya sudah melampaui standar nasional, kenapa braketnya tetap perlu diganti?

Jawaban atas pertanyaan itu kemungkinan besar akan muncul dari hasil investigasi tiga lembaga pemerintah China. Sampai saat itu, pemilik Maextro V800 di China sebaiknya proaktif menanyakan jadwal upgrade braket ke dealer resmi.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Kegagalan terjadi di bawah batas standar nasional 2.000 N — indikasi masalah desain, bukan sekadar uji ekstrem
  • Tiga unit berbeda gagal, menepis dugaan cacat produksi satuan
  • Upgrade gratis baru sebatas komitmen, belum ada jadwal resmi
  • Belum ada informasi apakah unit yang dijual di luar China, termasuk Indonesia, terdampak

Bagi konsumen Indonesia yang melirik MPV listrik mewah, kasus Maextro V800 jadi pengingat: spesifikasi di atas kertas dan klaim pabrikan soal "melampaui standar" tidak otomatis berarti komponen kritisnya benar-benar teruji. Tunggu hasil investigasi sebelum menaruh uang puluhan juta di meja.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks