TEGAL — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Effendi meluncurkan KAPALe KarJu didampingi Kepala Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat Siwi Hadi Purnanto. Acara berlangsung di kantor Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
KAPALe KarJu merupakan singkatan dari Sistem Informasi Konservasi dan Aplikasi Pengawasan Akses Laut Kapal Nelayan Berbasis QR Code. Sistem ini dikembangkan untuk mempermudah pendataan kapal nelayan, pengawasan aktivitas di kawasan konservasi, serta pencatatan hasil tangkapan ikan.
Apa Itu KAPALe KarJu dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Kapal nelayan yang terdaftar akan memiliki identitas digital berupa QR Code. Identitas ini memudahkan petugas mengakses informasi kapal saat melakukan pengawasan.
Dengan begitu, proses pendataan menjadi lebih cepat, tertib, dan terdokumentasi. Petugas tak perlu lagi mencatat manual satu per satu kapal yang melintas atau beroperasi di kawasan konservasi.
Nelayan Diminta Jadi Garda Terdepan Jaga Ekosistem Laut
Endi Faiz Effendi menegaskan KAPALe KarJu bukan sekadar inovasi teknologi. Menurutnya, sistem ini menjadi upaya membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian laut.
Pemanfaatan sumber daya kelautan, kata Endi, harus berjalan beriringan dengan upaya konservasi. Tujuannya agar kelestarian lingkungan tetap terjaga dan manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
"Nelayan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga ekosistem laut. Melalui KAPALe KarJu, kami mengajak masyarakat tidak hanya menjadi pengguna kawasan, tetapi juga bagian dari upaya pengawasan dan perlindungan sumber daya kelautan," ujarnya.
Pokmaswas Dibentuk untuk Perkuat Pengawasan Berbasis Warga
Kegiatan sosialisasi itu turut dirangkaikan dengan penumbuhan dan pengembangan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Kelompok ini dibentuk untuk memperkuat pengawasan berbasis masyarakat di Kawasan Konservasi Karang Jeruk.
Siwi Hadi Purnanto menyampaikan pengembangan KAPALe KarJu merupakan langkah menghadirkan pengelolaan kawasan konservasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat pesisir.
Keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi, menurut Endi, membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Nelayan ditempatkan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ekosistem laut, bukan sekadar objek pengawasan.