Pencarian

Sampah Jateng Capai 6,33 Juta Ton per Tahun, DPRD Dorong Gerakan Indonesia ASRI Masuk Program Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 • 07:01:31 WIB
Sampah Jateng Capai 6,33 Juta Ton per Tahun, DPRD Dorong Gerakan Indonesia ASRI Masuk Program Daerah
Anggota DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko menegaskan Gerakan Indonesia ASRI perlu diterjemahkan menjadi program kerja daerah.

SEMARANG — Heri Pudyatmoko menegaskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tidak cukup dijalankan lewat imbauan. Legislator Fraksi Partai Gerindra itu meminta pemerintah daerah segera menerjemahkan arahan presiden menjadi program kerja yang melibatkan partisipasi warga.

Menurut Heri, beban pengelolaan sampah di Jawa Tengah sudah berada di level yang menuntut penanganan terpadu. Setiap tahun, provinsi ini menghasilkan sampah antara 6 juta hingga 6,33 juta ton.

“Pemerintah daerah harus segera menindaklanjuti arahan Presiden terkait Gerakan Indonesia ASRI agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata serta mendorong partisipasi aktif masyarakat,” ujar Heri.

Penutupan Sejumlah TPA Perkuat Urgensi Perbaikan Sistem

Heri menilai tantangan pengelolaan sampah di Jawa Tengah kian berat menyusul penutupan sejumlah tempat pemrosesan akhir (TPA) di beberapa daerah. Kondisi itu, katanya, menuntut perbaikan sistem pengelolaan sampah sejak dari sumber hingga tahap akhir pengolahan.

Ia menyoroti pola penanganan yang selama ini bertumpu pada pengangkutan dan pembuangan. DPRD Jawa Tengah mendorong pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota mengintegrasikan Gerakan Indonesia ASRI ke dalam program pembangunan daerah.

“Persoalan sampah harus ditangani secara bersama. Edukasi masyarakat, penguatan sistem pengelolaan sampah, serta penyediaan sarana pendukung harus berjalan beriringan,” katanya.

Kerja Bakti Sepekan Sekali hingga Edukasi Pemilahan dari Rumah

Sejumlah kegiatan konkret disebut Heri sebagai bagian penerapan gerakan tersebut. Mulai dari penanganan sampah, penertiban baliho, iklan, dan poster yang dipasang tidak pada tempatnya, hingga penataan kabel yang semrawut di ruang publik.

Ia juga mendorong kerja bakti rutin minimal sekali dalam sepekan. Kegiatan itu dapat melibatkan warga, komunitas, dan unsur pemerintah dengan menyasar pasar, jalan lingkungan, saluran air, sungai, hingga kawasan pesisir pantai.

Di sisi edukasi, masyarakat didorong membiasakan pemilahan sampah dari rumah dan mengurangi produksi sampah. Heri menyebut dukungan terhadap program pengolahan, termasuk konsep zero waste dan waste to energy, perlu diperkuat.

Ketersediaan tempat sampah yang memadai di ruang publik dinilai ikut menentukan efektivitas upaya menjaga kebersihan.

Target Zero Sampah 2029 Butuh Sinergi Lintas Sektor

Heri menegaskan target Indonesia bebas sampah pada 2029 hanya bisa dicapai dengan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat perlu membangun kebiasaan yang mendukung lingkungan bersih sekaligus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah.

“Sebagaimana target dari Bapak Presiden bahwa di tahun 2029 Indonesia zero sampah. Tentunya dibutuhkan sinergi dan kerja kolaboratif dari semua unsur dan penanganannya juga harus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir,” pungkas Heri.

Kolaborasi lintas sektor dinilai diperlukan agar penanganan sampah tidak lagi berhenti pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga mencakup pencegahan serta pengolahan sejak dari sumbernya.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks