KUDUS — Wakil Ketua DPRD Kudus Sulistyo Utomo menekankan pentingnya pembangunan yang sesuai kebutuhan warga desa, terutama infrastruktur penunjang mobilitas dan distribusi hasil pertanian. Menurutnya, dukungan terhadap program semacam ini harus diikuti pengawasan agar manfaatnya berkelanjutan.
Betonisasi jalan di Desa Temulus dinilai akan mempermudah perjalanan warga menuju lahan pertanian sekaligus mempercepat pengangkutan hasil panen. Akses yang lebih baik juga dibutuhkan untuk membuka kegiatan ekonomi baru di wilayah pedesaan.
Betonisasi 450 Meter dengan Anggaran Rp554,86 Juta
Sasaran fisik TMMD Sengkuyung Tahap IV berupa betonisasi jalan sepanjang 450 meter, lebar tiga meter, dan ketebalan beton 15 sentimeter. Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriase menyatakan program ini pada intinya untuk menyejahterakan masyarakat, dengan pembangunan mencakup aspek fisik dan nonfisik.
Anggaran kegiatan di Temulus mencapai Rp554.867.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kudus dan APBD Provinsi Jawa Tengah. Dana itu menopang penyelesaian seluruh sasaran fisik maupun nonfisik selama masa pelaksanaan.
"TMMD ini pada intinya adalah untuk menyejahterakan masyarakat. Pembangunannya berupa fisik dan nonfisik," ungkap Yuusufa.
Penyuluhan Kebangsaan hingga Kesiapsiagaan Bencana
Selain pekerjaan fisik, TMMD di Temulus meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Rangkaian kegiatan itu dirancang untuk memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi persoalan di lingkungannya.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyebut TMMD sebagai wujud sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Program ini, katanya, sejalan dengan agenda pemerintah pusat maupun daerah.
"Ini dalam rangka membangun fisik maupun nonfisik dan sejalan dengan program-program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujar Sam'ani saat membuka kegiatan.
Desa Tangguh Bencana dan Normalisasi Sungai Wulan
Kesiapsiagaan bencana menjadi perhatian tersendiri dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Sam'ani menyebut Temulus sebagai salah satu wilayah yang perlu memperkuat antisipasi terhadap potensi banjir, dengan pemerintah daerah mendorong penguatan Desa Tangguh Bencana.
Normalisasi Sungai Wulan dan Sungai Juwana turut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan risiko banjir di wilayah terdampak. Edukasi mitigasi di tingkat masyarakat diharapkan melengkapi langkah penanganan tersebut.
Pada 2026, TMMD Sengkuyung di Kudus dibagi empat tahap. Tahap pertama berlangsung di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati; tahap kedua di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo; tahap ketiga di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe; dan tahap keempat di Desa Temulus. Seluruh rangkaian TMMD Sengkuyung Tahap IV dijadwalkan rampung 11 November 2026.