PATI — Pemkab Pati tengah menyiapkan paket wisata edukasi pelajar dengan kisaran biaya Rp 150 ribu per anak. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan rencana itu saat menghadiri kegiatan Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Penguatan Konten di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen.
Menurut Chandra, paket tersebut akan disusun bersama Dinas Pendidikan. Sejumlah destinasi sudah masuk pertimbangan, antara lain Goa Pancur dan Goa Wareh.
Isi Paket: Rp 150 Ribu untuk Muter-Muter dan Makan Kenyang
Chandra menilai harga itu masih terjangkau bagi keluarga pelajar di Pati. Dengan biaya tersebut, anak-anak bisa mengunjungi beberapa titik wisata sekaligus mendapat makan.
"Kalau wisata di Pati, paling seratus lima puluh ribu sudah cukup, muter-muter, makan kenyang. Anaknya senang, orang tua tidak terbebani," tuturnya.
Skema ini diarahkan agar destinasi lokal lebih siap menerima kunjungan rombongan sekolah. Pemkab Pati juga akan menata kawasan wisata supaya tidak sekadar jadi tempat singgah.
Goa Pancur Jadi Prioritas Penataan
Penataan sarana dan prasarana di kawasan wisata menjadi perhatian utama Pemkab Pati. Goa Pancur disebut sudah diupayakan perbaikannya, termasuk pengerukan bendung di kawasan tersebut.
"Kawasan wisata harus kita tata supaya lebih menarik. Goa Pancur sudah kita upayakan, termasuk pengerukan bendung di kawasan tersebut. Namun, penataannya masih perlu ditingkatkan," ucap Chandra.
Pemkab Pati berencana menambah anggaran lewat perubahan APBD untuk mendukung pengembangan kawasan Goa Pancur. Chandra juga meminta dukungan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Elvita Nursanti dan Kementerian Pariwisata, terutama untuk memperbaiki gerbang kawasan wisata agar lebih menarik dan bisa jadi spot foto pengunjung.
Kunjungan Wisatawan Mulai Naik Seiring Panen Petani
Tingkat kunjungan ke sejumlah destinasi di Pati menunjukkan tren peningkatan. Chandra mengaitkan hal itu dengan kesejahteraan petani yang mulai merasakan hasil panen memadai.
"Pariwisata Pati perlu dibangkitkan. Dengan ekonomi masyarakat yang sudah baik, otomatis hiburannya adalah ke tempat-tempat wisata," ungkapnya.
Selain penataan destinasi, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Perbaikan ruas jalan menuju kawasan wisata disebut perlu agar pengunjung lebih nyaman.
"Potensi ini harus kita dukung agar aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak," imbuh Chandra.
Dukungan pemerintah pusat dan legislatif diharapkan mempercepat pengembangan potensi wisata desa di Kabupaten Pati. Rencana paket wisata edukasi pelajar sendiri masih menunggu pembahasan dengan Dinas Pendidikan.