SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan posisi Kodam IV/Diponegoro dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penegasan itu disampaikan gubernur di Semarang, Selasa, saat menyambut kedatangan Pangdam IV/Diponegoro yang baru, Mayjen TNI Sudaryanto.
Menurut Ahmad Luthfi, Kodam IV/Diponegoro tidak hanya berperan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Peran itu melebar ke ranah pembangunan, terutama di wilayah perdesaan yang selama ini menjadi fokus program TMMD.
Program Nyata: dari TMMD hingga Penanganan Bencana
Kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah dan Kodam IV/Diponegoro telah diwujudkan melalui sejumlah program nyata. Gubernur menyebut percepatan pembangunan desa melalui TMMD sebagai salah satu bentuk kerja sama paling terasa di tingkat warga.
Selain TMMD, sinergi itu mencakup penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, hingga penanganan bencana. Dukungan TNI juga dinilai penting untuk menjaga suasana Jawa Tengah tetap kondusif.
"Kodam IV/Diponegoro tidak hanya sebagai mitra dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata gubernur.
Keamanan dan Ketertiban Jadi Kunci Tarik Investasi
Ahmad Luthfi menempatkan stabilitas keamanan sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, keamanan dan ketertiban adalah jaminan untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, sinergi dan kolaborasi forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) tidak boleh surut. Gubernur meminta kerja sama yang sudah terjalin terus dijaga dan ditingkatkan.
"Keamanan dan ketertiban adalah jaminan untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
Pangdam Baru dan Mutasi di Tubuh TNI
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan selamat kepada Mayjen TNI Achiruddin yang menduduki jabatan baru sebagai Wakil Asisten Teritorial Panglima TNI. Ia juga menyambut kedatangan Mayjen TNI Sudaryanto yang kini menjabat Pangdam IV/Diponegoro.
Harapannya, sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin baik selama ini bisa terus terjaga dan ditingkatkan. Pergantian pejabat di lingkungan Kodam IV/Diponegoro dinilai tidak mengubah arah kerja sama yang sudah berjalan.
Bagi warga Jawa Tengah, kelanjutan kolaborasi ini bersinggungan langsung dengan program desa, ketahanan pangan, dan penanganan bencana. Ketiga sektor itu menjadi yang paling sering menyentuh kehidupan sehari-hari di kampung-kampung dan kelurahan.