JAWA TENGAH — Manchester City mengirim tim pemandu bakat ke Estadio do Dragao untuk memantau laga Porto vs PSV di Liga Champions, Selasa malam, meski klub masih menunggu putusan atas 114 pelanggaran aturan Premier League. Pemantauan itu jadi kunjungan kedua City ke laga Porto dalam sebulan, menandakan perekrutan pemain tetap berjalan sebelum kemungkinan sanksi dijatuhkan.
Langkah itu diambil saat City belum menerima kepastian bentuk hukuman dari komisi independen Premier League. Klub asuhan Pep Guardiola sudah mengajukan banding setelah putusan dibacakan, tetapi cakupan sanksinya belum diumumkan.
Menurut laporan A Bola yang dikutip Sport Witness, sejumlah anggota tim pencari bakat City hadir langsung ketika Porto kalah 1-0 dari PSV di Liga Champions. Ini menjadi kunjungan kedua dalam sebulan, setelah sebelumnya City juga mengirim pemandu bakat saat Porto menghadapi Benfica.
Victor Froholdt Jadi Nama yang Dipantau
Laporan itu menyebut Victor Froholdt sebagai salah satu pemain yang menarik perhatian. Gelandang Denmark berusia 20 tahun tersebut disebut tampil mengesankan saat dipantau pada laga melawan Benfica.
Namun pada pertandingan melawan PSV, Froholdt dinilai tidak tampil maksimal. Porto kalah 1-0 dan hampir seluruh pemainnya kesulitan menonjolkan diri di hadapan pemandu bakat City.
Selain Froholdt, sejumlah nama muda lain ikut disorot. Oskar Pietuszewski (18 tahun) mendapat kesempatan starter di sisi kiri, sementara striker Spanyol Samu Aghehowa (22 tahun) sudah lama masuk radar pemandu bakat klub-klub Premier League.
Dari kubu PSV, gelandang Esmir Bajraktarevic (21 tahun) tampil lebih menonjol dan disebut sebagai kemungkinan target lain. Bek tengah Yarek Gasiorowski (21 tahun) juga disebut tampil solid.
Ancaman Sanksi Berat Masih Menggantung
City menghadapi 114 pelanggaran aturan keuangan dan regulasi Premier League. Sanksi yang mungkin dijatuhkan mencakup pengeluaran dari liga, pencabutan gelar juara era Guardiola, pengurangan poin, pembatasan pendaftaran pemain, hingga perubahan kepemilikan klub secara paksa di bawah kewenangan regulator sepak bola independen.
Larangan transfer menjadi salah satu hukuman yang paling mungkin dijatuhkan. Sejumlah pengamat menilai strategi rekrutmen City dalam beberapa waktu terakhir sebagai upaya mengamankan kedalaman skuad jika larangan itu benar-benar berlaku.
Meski begitu, aktivitas perekrutan tetap berjalan sampai sanksi resmi ditetapkan. Jendela transfer Januari yang semakin dekat membuat tim pemandu bakat City terus bekerja seperti biasa.
Philipp Lahm Persoalkan Makna Prestasi City
Mantan pemain Guardiola di Bayern Munich, Philipp Lahm, menyoroti bayang-bayang putusan komisi independen terhadap capaian City. Dalam kolomnya untuk The Guardian, Lahm menilai City tidak jauh berbeda dari sekitar 10 klub top Eropa lainnya dalam hal pendekatan di luar lapangan.
"Tetapi apa artinya prestasi di lapangan jika disertai pelanggaran aturan?" tulis Lahm.
Pernyataan itu menambah tekanan di tengah proses hukum yang belum tuntas. City memilih tidak menghadirkan sejumlah bukti yang disebut pihak liga sebagai "tidak terbantahkan" selama investigasi berlangsung, dan kini bersandar pada proses banding untuk mempertahankan posisinya.
Hingga putusan final dijatuhkan, Guardiola dan jajaran manajemen menghadapi dua hal sekaligus: menyiapkan skuad untuk kemungkinan terburuk, dan menjaga tim tetap kompetitif di Premier League maupun Liga Champions.