JAWA TENGAH — Regulator media Inggris, Ofcom, membuka investigasi terhadap serial dua bagian Power: The Downfall of Huw Edwards yang tayang di jaringan 5 milik Skydance UK. Penyelidikan menyangkut dugaan pelanggaran bagian "keadilan dan privasi" dalam Kode Penyiaran Ofcom, menyusul adanya keluhan resmi terkait program tersebut.
Juru bicara Ofcom mengonfirmasi penyelidikan itu tanpa merinci lebih jauh substansi keluhannya. "Kami sedang menyelidiki keluhan keadilan dan privasi tentang program ini," ujarnya.
Isi Drama dan Pemeran Utama
Serial Power menampilkan Martin Clunes sebagai Huw Edwards. Drama ini mengangkat rangkaian tuduhan seputar hubungan antara mantan pembaca berita BBC tersebut dan seorang remaja rentan.
Edwards pernah menjadi salah satu pembawa berita paling dikenal di Inggris. Reputasinya runtuh setelah tuduhan pelanggaran di tempat kerja dan vonis terkait gambar tidak senonoh anak.
Pada 2024, ia mengaku bersalah atas dakwaan membuat gambar tidak senonoh anak dan dijatuhi hukuman percobaan.
Kritik Edwards terhadap Serial
Edwards secara terbuka mengecam drama tersebut. Menurutnya, tim produksi "tidak berupaya sama sekali" memverifikasi kisah yang disajikan.
Belum diketahui apakah keluhan yang diterima Ofcom berasal dari Edwards sendiri. Pihak regulator tidak menyebut identitas pelapor.
Serial ini diproduksi Wonderhood Studios. Jaringan 5 sejak awal menyatakan Power disusun berdasarkan "wawancara mendalam dengan korban dan keluarganya" serta peliputan persidangan.
Ketika Edwards merilis kritiknya enam bulan lalu, pihak 5 merespons dengan pernyataan resmi. Mereka menegaskan produksi dilakukan sesuai Kode Penyiaran Ofcom dan seluruh tuduhan dalam film telah disampaikan kepada Edwards melalui kuasa hukumnya enam pekan sebelum penayangan.
Konsekuensi Hukum yang Mungkin Dijatuhkan
Ofcom akan menelaah serial ini di bawah bagian keadilan dan privasi Kode Penyiaran. Jika terbukti melanggar, regulator berwenang menjatuhkan sejumlah sanksi, mulai dari teguran hingga denda.
Deadline telah menghubungi pihak jaringan 5 untuk meminta tanggapan atas penyelidikan ini.
Kasus ini menambah daftar panjang sengketa antara regulator Inggris dan rumah produksi yang mengangkat kisah nyata. Bagi industri hiburan, penyelidikan Ofcom menjadi pengingat bahwa drama berbasis peristiwa nyata tetap terikat kewajiban verifikasi dan penghormatan privasi pihak-pihak yang digambarkan.