Pencarian

Ekspor Mobil CBU Indonesia Anjlok 22,7 Persen pada September 2026

Senin, 19 Oktober 2026 • 14:36:31 WIB
Ekspor Mobil CBU Indonesia Anjlok 22,7 Persen pada September 2026
Ekspor mobil CBU Indonesia pada September 2026 tercatat 33.888 unit, turun 22,7 persen dibanding Agustus.

JAWA TENGAH — Pengiriman mobil utuh (CBU) dari Indonesia turun 22,7 persen pada September 2026 menjadi 33.888 unit, dari 43.825 unit pada Agustus. Penurunan bulanan ini lebih dangkal dibanding lesunya ekspor year-on-year yang mencapai 28,4 persen. Gaikindo mencatat ekspor Januari–September 2026 baru 371.260 unit.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pengapalan CBU September 2026 berhenti di 33.888 unit. Angka Agustus sebelumnya 43.825 unit, sehingga selisihnya setara 22,7 persen.

Perbandingan antar-tahun memberi gambaran lebih berat. Pada September 2025, ekspor CBU tercatat 47.321 unit. Dengan begitu, penyusutan tahunan mencapai 28,4 persen.

Kumulatif Sembilan Bulan Hanya Turun 2,7 Persen

Sepanjang Januari–September 2026, ekspor CBU terkumpul 371.260 unit. Periode sama tahun lalu mencapai 381.644 unit, jadi penurunannya relatif tipis, yakni 2,7 persen.

Artinya, tekanan terbesar justru terjadi di bulan berjalan, bukan pada tren setahun penuh. Bulan-bulan sebelumnya menopang capaian kumulatif sehingga tidak ikut anjlok sedalam September.

Ekspor CKD dan Komponen Justru Tumbuh

Berbeda arah dengan CBU, pengiriman dalam bentuk terurai (CKD) naik 24,5 persen menjadi 56.843 unit pada Januari–September 2026. Ekspor komponen juga menguat 32,2 persen, menembus 142 juta pcs.

Pola ini menandakan sebagian permintaan luar negeri beralih ke bentuk setengah jadi. Pabrikan mitra di negara tujuan merakit sendiri kendaraan, sementara Indonesia memasok kit dan suku cadang.

Peringkat Eksportir: Toyota Masih Memimpin

Dari sisi merek, Toyota kokoh di posisi teratas dengan 130.582 unit sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Daihatsu menyusul di urutan kedua, lalu Mitsubishi Motors di tempat ketiga.

  • Toyota: 130.582 unit
  • Daihatsu: 95.368 unit
  • Mitsubishi: 84.971 unit
  • Hyundai: 30.781 unit
  • Suzuki: 12.132 unit
  • Honda: 11.550 unit
  • Isuzu: 4.622 unit
  • Wuling: 1.042 unit
  • Hino: 212 unit

Tekanan pada Pasar Tujuan

Pelemahan September 2026 memperlihatkan permintaan di sejumlah negara tujuan sedang menurun. Tanpa menyebut negara spesifik, data Gaikindo menegaskan bahwa pengapalan CBU paling terpukul dibanding jalur CKD dan komponen.

Bagi pemasok komponen lokal, pertumbuhan ekspor kit dan suku cadang menjadi penyeimbang. Namun bagi pabrik yang bergantung pada pengiriman mobil utuh, penurunan dua digit ini memangkas volume produksi untuk pasar ekspor.

Gaikindo belum membeberkan proyeksi kuartal IV 2026. Perhatian pelaku industri kini tertuju pada apakah pengapalan Oktober mampu kembali ke level Agustus atau tetap tertekan seperti September.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks