Pencarian

DPRD Pati Temukan Trotoar Jalan Sudirman Belum Layak, Plt Bupati Chandra akan Datangi Kemen PUPR

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 09:31:01 WIB
DPRD Pati Temukan Trotoar Jalan Sudirman Belum Layak, Plt Bupati Chandra akan Datangi Kemen PUPR
DPRD Pati meninjau trotoar Jalan Sudirman yang dinilai belum layak.

PATI — Risma Ardhi Chandra menegaskan pihaknya akan berkomunikasi langsung dengan Kementerian PUPR selaku perencana proyek trotoar Jalan Sudirman. Menurutnya, perbaikan trotoar sudah direncanakan sejak 2025 dan Pemkab Pati hanya menerima manfaat dari program tersebut.

"Perbaikan trotoar Jalan Sudirman sudah direncanakan di 2025. Kami juga terus komunikasi dengan Kementerian PUPR karena waktu itu yang merencanakan dari Kementerian PUPR, kami hanya menerima manfaat. Nanti kita akan sama-sama ke PUPR untuk menanyakan seperti hasil perencanaannya waktu itu. Dan kemarin itu sudah dilaksanakan pakai paving," kata Chandra kepada awak media pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Komisi C DPRD Pati Sebut Kualitas Trotoar Baru Kalah dari yang Lama

Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto menyatakan kekecewaannya saat inspeksi mendadak di lokasi proyek yang masih berjalan. Ia menilai trotoar hasil perbaikan belum layak dan kualitasnya justru lebih buruk dibandingkan trotoar lama.

Temuan itu muncul dari pengawasan DPRD pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pekerjaan yang digarap dengan anggaran Rp14,3 miliar tersebut menyisakan sejumlah persoalan, termasuk paving retak dan permukaan trotoar yang belum rata.

Sudewo: Pemkab Pati Semestinya Aktif Koordinasi Sejak Awal Pengerjaan

Bupati Pati nonaktif Sudewo turut menyoroti kualitas pekerjaan proyek yang ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum itu. Ia menilai seharusnya hasilnya tidak sejelek kondisi yang terlihat saat ini.

"Harusnya, pekerjaannya itu tidak sejelek ini. Saya pun tidak setuju pekerjaannya jelek seperti ini," ucap Sudewo usai menjalani sidang perkara dugaan korupsi yang menjeratnya di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.

Sudewo menambahkan Pemkab Pati selaku penerima manfaat semestinya melakukan koordinasi intens dengan Kementerian PUPR, termasuk memeriksa desain dan rencana gambar trotoar yang akan dibangun. Menurutnya, persoalan kualitas seharusnya diketahui sejak proses pembangunan berjalan, bukan setelah proyek rampung.

"Kalau memang pekerjaan di lapangan faktanya kurang bagus ya seketika itu berhenti. Jangan anda lanjutkan kok hasilnya demikian, kan begitu. Jangan tiba-tiba pekerjaan selesai langsung komplain ngomel-ngomel," ungkapnya.

Kementerian PU Janji Ganti Paving Retak, Bantah Pakai Material Lama

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan Kementerian PU, Dika Dwi Angga, turun lapangan usai kritikan terhadap kualitas proyek Jalan Sudirman. Ia menjelaskan panjang trotoar yang diperbaiki sekitar 2,5 kilometer dengan cakupan pekerjaan meliputi street furniture, lampu PJU, lampu pedestrian, kanopi, kursi taman, kabel utilitas, dan segmen TPS 3R yang dibagi dalam empat segmen.

"Kita dari Kementerian PU berkomitmen untuk kualitas pekerjaan sesuai dengan spek yang sudah direncanakan dan sudah dilelangkan dalam kontrak. Kita akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas pekerjaan," kata Dika, Kamis, 8 Oktober 2026.

"Untuk yang retak pasti akan diganti. Kalau ada ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan proyek ini, kita terbuka untuk penggantian material paving yang cacat mutu dan terjadi keretakan," tegasnya.

Menyoal dugaan penggunaan material paving lama, Dika memastikan seluruh material yang terpasang merupakan barang baru. Paving hasil pembongkaran trotoar lama disebut telah dipindahkan ke gudang pemerintah daerah oleh Dinas PU. Penggunaan paving, kata dia, sudah tercantum dalam dokumen perencanaan dan dibahas melalui sejumlah Focus Group Discussion (FGD) pada 2025.

Progres Baru 40 Persen, Target Rampung 31 Desember 2026

Proyek perbaikan trotoar Jalan Sudirman saat ini masih dalam tahap pelaksanaan dengan progres sekitar 40 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

Perwakilan manajemen PT Sempalan, Dimas Ariawan, menyatakan pihaknya siap memperbaiki setiap kekurangan yang ditemukan. Ia menyebut paving yang digunakan merupakan paving Holland berwarna hitam, merah, dan natural yang telah diajukan kepada konsultan sebelum dipasang. Setelah proyek selesai, pekerjaan tersebut memiliki masa pemeliharaan selama satu tahun.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks