PATI — Proyek perbaikan trotoar Jalan Sudirman yang menelan anggaran Rp 14,3 miliar menjadi sorotan setelah Komisi C DPRD Pati menemukan kualitas pekerjaan dinilai belum layak dan lebih buruk dibandingkan trotoar lama. Temuan itu muncul dari hasil pengawasan lapangan pada Selasa, 6 Oktober 2026, saat perbaikan masih berlangsung.
Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyatakan akan berkomunikasi langsung dengan Kementerian PUPR selaku pihak yang merencanakan proyek tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pati hanya menerima manfaat dari pekerjaan yang dibiayai pemerintah pusat itu.
Hasil Pengawasan DPRD: Paving Retak hingga Permukaan Belum Rata
Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto menyampaikan kekecewaannya saat inspeksi mendadak ke lokasi proyek. Ia menilai trotoar hasil perbaikan belum memenuhi standar kelayakan dan kualitasnya masih di bawah trotoar sebelumnya.
Sejumlah bagian pekerjaan yang belum sempurna ditemukan di lapangan, mulai dari paving retak hingga permukaan trotoar yang belum rata. Temuan itu menjadi dasar DPRD mempertanyakan pengawasan proyek yang dikerjakan dengan anggaran miliaran rupiah tersebut.
Sudewo: Pemkab Pati Semestinya Aktif Mengawasi Sejak Awal
Bupati Pati nonaktif Sudewo turut menyoroti kualitas perbaikan trotoar Jalan Sudirman. Ia menilai proyek yang ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum semestinya menghasilkan pekerjaan yang lebih baik.
"Harusnya, pekerjaannya itu tidak sejelek ini. Saya pun tidak setuju pekerjaannya jelek seperti ini," ucap Sudewo usai menjalani sidang perkara dugaan korupsi yang menjeratnya di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.
Sudewo menyatakan Pemkab Pati perlu lebih aktif berkoordinasi dan memantau pekerjaan yang berlangsung di wilayahnya. Menurutnya, persoalan kualitas seharusnya diketahui sejak proses pembangunan berjalan, bukan setelah proyek selesai.
"Kalau memang pekerjaan di lapangan faktanya kurang bagus ya seketika itu berhenti. Jangan anda lanjutkan kok hasilnya demikian, kan begitu. Jangan tiba-tiba pekerjaan selesai langsung komplain ngomel-ngomel," ungkapnya.
Kementerian PU Turun Lapangan, Janji Ganti Paving Cacat Mutu
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan Kementerian PU, Dika Dwi Angga, turun langsung ke lapangan usai kritikan terhadap kualitas proyek. Ia menjelaskan panjang trotoar yang diperbaiki sekitar 2,5 kilometer dan pengerjaannya dibagi dalam empat segmen.
Proyek tersebut mencakup street furniture, lampu PJU, lampu pedestrian, kanopi, kursi taman, kabel utilitas, dan segmen TPS 3R. Dika menyatakan Kementerian PU berkomitmen memperbaiki bagian pekerjaan yang belum sesuai spesifikasi kontrak.
"Kita dari Kementerian PU berkomitmen untuk kualitas pekerjaan sesuai dengan spek yang sudah direncanakan dan sudah dilelangkan dalam kontrak. Kita akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas pekerjaan," kata Dika, Kamis, 8 Oktober 2026.
"Untuk yang retak pasti akan diganti. Kalau ada ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan proyek ini, kita terbuka untuk penggantian material paving yang cacat mutu dan terjadi keretakan," tegasnya.
Bantah Pakai Paving Lama, Progres Baru 40 Persen
Menyoal dugaan penggunaan material paving lama, Dika membantahnya. Ia menyatakan seluruh material yang terpasang merupakan material baru, sementara paving hasil pembongkaran trotoar lama telah dipindahkan ke gudang pemerintah daerah oleh Dinas PU.
"Kalau bahan lama tidak ada. Ini semuanya baru bahannya," katanya.
Penggunaan paving disebut telah tercantum dalam dokumen perencanaan dan dibahas melalui sejumlah Focus Group Discussion (FGD) pada 2025. Saat ini proyek masih berjalan dengan progres sekitar 40 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Perwakilan manajemen PT Sempalan, Dimas Ariawan, menyatakan pihaknya siap memperbaiki kekurangan dalam pekerjaan. Ia menyebut paving yang digunakan merupakan paving Holland berwarna hitam, merah, dan natural yang telah diajukan kepada konsultan sebelum dipasang. Setelah proyek selesai, pekerjaan tersebut memiliki masa pemeliharaan selama satu tahun.
"Kalau ada yang kurang dari kami, siap memperbaiki," ujarnya.
Apa Langkah Selanjutnya?
Risma Ardhi Chandra menyatakan akan mendatangi Kementerian PUPR bersama pihak terkait untuk menanyakan hasil perencanaan proyek trotoar tersebut. Perbaikan trotoar Jalan Sudirman disebut sudah direncanakan sejak 2025 dengan pelaksanaan menggunakan paving.
"Perbaikan trotoar Jalan Sudirman sudah direncanakan di 2025. Kami juga terus komunikasi dengan Kementerian PUPR karena waktu itu yang merencanakan dari Kementerian PUPR, kami hanya menerima manfaat. Nanti kita akan sama-sama ke PUPR untuk menanyakan seperti hasil perencanaannya waktu itu. Dan kemarin itu sudah dilaksanakan pakai paving," terangnya kepada awak media pada Jumat, 9 Oktober 2026.