TEGAL — Jalan protokol Kota Tegal berubah menjadi panggung raksasa pada Sabtu (22/8/2026) malam. Ribuan pasang mata tertuju pada iring-iringan parade yang berjalan dari perempatan Pasar Sore hingga kawasan Pacific Mall, Jalan Mayjend Sutoyo.
Sebanyak 15 kelompok musik Daul asal Madura menjadi bintang utama perhelatan ini. Tabuhan bernuansa Pulau Garam tersebut berpadu dengan kesenian lokal Tegal, menciptakan irama yang menggetarkan sekaligus merekatkan persaudaraan antardaerah.
Empat Kelompok Parade dengan Pesan Berbeda
Penyelenggara membagi alur kirab budaya ke dalam empat kelompok tematis. Kelompok pertama, "Nyala Semangat Kemerdekaan", dibuka oleh barisan Paskibra Kota Tegal, Marching Band Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, dan personel Satpol PP.
Kelompok kedua bertajuk "Harmoni Nusantara" menampilkan potret keberagaman dan kerja sama lintas sektor. Brigif 407, OJK, Industri Jasa Keuangan (IJK), serta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD Kardinah ikut meramaikan barisan ini.
Identitas lokal Tegal tampil lewat kelompok ketiga, "Gemerlap Budaya dan Ekonomi Rakyat". Seni Balo Balo, Tari Kerincingan, dan para pelaku UMKM setempat berjalan beriringan memamerkan produk dan budayanya.
Kelompok penutup, "Harmoni Cahaya Bahari", mempertegas sinergi pemerintah dengan warga pesisir. Marching Band SMKN 3 Kota Tegal, LANAL Tegal, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal memeriahkan segmen pamungkas ini.
Lima Menit di Panggung Kehormatan
Setiap kontingen diberi waktu lima menit untuk unjuk kebolehan di panggung utama yang berada di pertigaan Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Gajah Mada. Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono beserta jajaran Forkopimda menyaksikan langsung atraksi terbaik dari masing-masing peserta.
Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para peserta. Ia menilai deretan karya yang ditampilkan menjadi bukti nyata betapa hidupnya jiwa kreatif dan inovatif masyarakat Tegal.
Gelaran ini bukan sekadar hiburan rakyat. TNC 2026 menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah, terutama bagi UMKM yang mendapat panggung promosi di tengah keramaian parade.