Pencarian

KPA Kudus Temukan 2 Anak Positif HIV pada Agustus 2026, Satu Remaja 16 Tahun Sudah Fase AIDS

Jumat, 25 September 2026 • 09:31:31 WIB
KPA Kudus Temukan 2 Anak Positif HIV pada Agustus 2026, Satu Remaja 16 Tahun Sudah Fase AIDS
Petugas kesehatan memeriksa pasien anak di fasilitas layanan kesehatan Kabupaten Kudus.

KUDUS — Dua kasus infeksi HIV pada kelompok usia anak dan remaja terungkap di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sepanjang Agustus 2026. Satu di antara dua pasien berusia 16 tahun telah memasuki fase Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Manager Kasus HIV/AIDS KPA Kabupaten Kudus, Eni Mardiyanti, membenarkan adanya lonjakan laporan pada kelompok umur rentan tersebut.

"Di bulan Agustus kemarin ada dua, dua temuan kasus anak," kata Eni Mardiyanti saat memberikan keterangan mengenai data terbaru.

Terungkap dari Pemeriksaan Sebelum Operasi

Kasus remaja 16 tahun itu terdeteksi ketika pasien hendak menjalani prosedur pembedahan medis. Tim medis menjalankan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebagai standar sebelum masuk ruang operasi.

Pada sesi pemeriksaan fisik, dokter menemukan pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati di area leher pasien. Temuan itu memicu kecurigaan klinis lebih lanjut.

Tenaga medis kemudian melakukan skrining dan tes darah HIV lanjutan. Hasil pemeriksaan memastikan pasien positif terinfeksi virus tersebut dan telah berkembang ke fase AIDS.

Lonjakan Setelah Nol Kasus pada Juni 2026

Catatan KPA Kudus pada Juni 2026 tidak menunjukkan satu pun infeksi baru pada kelompok usia anak. Kondisi itu berbalik dua bulan berselang ketika dua kasus muncul sekaligus dalam satu bulan.

Dua pasien yang terkonfirmasi positif HIV sama-sama berusia di bawah 17 tahun. KPA Kudus belum merinci latar belakang penularan maupun kondisi terkini kedua pasien tersebut.

Eni Mardiyanti tidak menyebutkan berapa total kasus HIV/AIDS di Kudus sepanjang 2026 maupun rincian kelompok umur lainnya.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Jadi Petunjuk Awal

Limfadenopati pada leher pasien menjadi gejala klinis yang mengarahkan dokter pada pemeriksaan HIV. Gejala tersebut sering muncul pada tahap lanjut infeksi yang belum tertangani.

Pemeriksaan pra-operasi berperan penting dalam penemuan kasus ini. Tanpa prosedur standar tersebut, infeksi pada pasien remaja itu berpotensi tidak terdeteksi lebih lama.

KPA Kudus menyatakan temuan ini menjadi dasar pemetaan kasus pada kelompok usia anak dan remaja di wilayah tersebut. Langkah penanganan medis terhadap kedua pasien belum dijelaskan secara rinci.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radartegal.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks