BATANG — Insiden nahas itu terjadi Kamis 1 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WIB, saat jalan di lokasi masih lengang. Motor melaju dari arah timur menuju barat sebelum akhirnya keluar jalur dan menabrak pohon di sisi kanan jalan. Dua orang berada di atas motor saat kejadian.
Kasatlantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari menyatakan pengendara sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum nyawanya tidak tertolong. Korban pembonceng tetap dirawat karena sejumlah luka di kepala, dada, perut, dan dagu.
Kondisi Jalan Lurus dan Cuaca Cerah Saat Kejadian
Hasil olah tempat kejadian perkara menyebut permukaan aspal di lokasi dalam kondisi baik. Jalan berupa lintasan lurus dan datar, cuaca cerah, dan arus lalu lintas relatif sepi ketika kecelakaan berlangsung.
"Sesampainya di TKP diduga pengemudi kurang konsentrasi kemudian berjalan oleng ke kanan sehingga menabrak pohon dan terguling ke kanan masuk ke dalam tambak," ujar Dwi Panji.
Cedera Kepala Berat Jadi Penyebab Kematian Pengendara
Adi mengalami cedera kepala berat, memar pada bagian dada dan perut, serta luka robek pada dagu. Kondisinya memburuk meski sudah mendapat perawatan medis di RS QIM Batang, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Widi menderita cedera kepala ringan dengan luka serupa di dada, perut, dan dagu. Saat menjalani perawatan, pembonceng berusia 29 tahun itu dalam kondisi sadar.
Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan
Satlantas Polresta Batang masih menelusuri penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian pengemudi yang menjadi fokus awal penyelidikan. Barang bukti sepeda motor telah diamankan petugas di lokasi kejadian.
Jalan Raya Sigandu-Ujungnegoro dikenal sebagai jalur penghubung antarkecamatan di pesisir Batang. Kecelakaan tunggal di jalur ini umumnya dipicu kantuk atau hilang konsentrasi pada pagi buta, saat pengendara menempuh perjalanan jauh.