JAWA TENGAH — Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan bersama Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel menggelar pengukuran tinggi dan berat badan anak-anak di Kampung Yamboi. Kegiatan ini menjadi langkah deteksi dini risiko stunting sekaligus pengingat bagi ibu agar rutin memantau tumbuh kembang si kecil.
Data yang terkumpul dipakai sebagai bahan pemantauan. Jika ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan, petugas bisa segera menindaklanjuti sebelum masalah membesar.
Mengapa Pengukuran Rutin Penting untuk Cegah Stunting
Stunting sering tidak terlihat jelas di mata awam. Anak bisa tampak aktif dan ceria, tapi tinggi badannya tertinggal dari standar usianya.
Pengukuran berkala membantu ibu dan tenaga kesehatan menangkap tanda awal. Dari angka tinggi dan berat badan, petugas bisa menilai apakah asupan gizi anak sudah cukup atau perlu perbaikan.
Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang anak mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.
Peran TMMD di Luar Pembangunan Infrastruktur
Program TNI Manunggal Membangun Desa biasanya identik dengan perbaikan jalan, jembatan, atau rumah warga. Di Kampung Yamboi, Satgas TMMD ke-130 menunjukkan sisi lain dari program ini.
Mereka terlibat dalam kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan kesehatan masyarakat. Kehadiran anggota satgas membantu memperlancar jalannya pengukuran dan mendekatkan layanan kesehatan ke warga yang tinggal jauh dari pusat kota.
Sinergi antara Dinas Kesehatan dan Satgas TMMD diharapkan menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya memantau pertumbuhan anak sejak dini.
Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah
Pengukuran di posyandu atau kegiatan serupa bukan satu-satunya cara menjaga tumbuh kembang anak. Ada beberapa hal sederhana yang bisa ibu terapkan sehari-hari.
- Penuhi gizi seimbang dengan protein hewani, sayur, dan buah setiap hari.
- Berikan makanan bergizi sesuai usia dan kebutuhan anak.
- Jaga kebersihan lingkungan, termasuk akses air bersih dan sanitasi layak.
- Rutin periksa kesehatan anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat.
Kebiasaan kecil ini berdampak besar jika dilakukan konsisten. Anak yang tumbuh optimal punya modal lebih baik untuk belajar dan beraktivitas.
Kapan Perlu Konsultasi ke Tenaga Kesehatan
Ada kalanya ibu perlu lebih waspada. Jika berat badan anak tidak naik dalam dua bulan berturut-turut, tinggi badannya jauh di bawah anak seusia, atau nafsu makannya menurun drastis, segera bawa ke puskesmas atau dokter.
Jangan menunggu sampai gejala berat muncul. Konsultasi lebih awal membuat penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kegiatan seperti yang digelar di Kampung Yamboi menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting butuh kerja bersama. Pemerintah, TNI, tenaga kesehatan, dan orang tua di rumah punya peran masing-masing. Memantau tumbuh kembang anak secara rutin adalah langkah nyata menuju generasi yang sehat dan tumbuh optimal.