JAWA TENGAH — Aktris Nadia Soekarno berhasil menurunkan 20 kilogram setelah melahirkan anak pertamanya pada 2 September 2025. Menjalani peran sebagai ibu tanpa bantuan pengasuh di Swiss, perubahan penampilannya kini jadi perhatian warganet.
Kabar penurunan berat badannya pun dibagikan lewat unggahan foto terbaru. Dari situ terlihat perubahan bentuk tubuhnya yang cukup signifikan dibanding masa kehamilan.
Turun 20 Kg Setelah Melahirkan
Angka 20 kilogram jadi sorotan dalam unggahan tersebut. Penurunan sebesar itu terjadi setelah ia melahirkan pada 2 September 2025.
Bagi banyak ibu, fase pascapersalinan memang jadi masa paling menantang. Tubuh berubah, jam tidur berantakan, dan energi habis untuk bayi.
Mengurus Anak Sendiri di Swiss
Nadia memilih mengasuh anaknya tanpa bantuan pengasuh selama tinggal di Swiss. Ia mengerjakan sendiri urusan rumah dan kebutuhan si kecil.
Pola ini membuat aktivitas hariannya jauh lebih padat. Mulai dari menyusui, memandikan bayi, sampai mengurus rumah dilakukan bergantian dengan pasangan.
Kenapa Perubahan Tubuh Ibu Pascapersalinan Berbeda-beda
Setiap ibu punya kecepatan pemulihan yang tidak sama. Faktor genetik, pola makan, kualitas tidur, dan aktivitas harian ikut menentukan.
Ibu yang aktif bergerak karena mengurus bayi biasanya membakar lebih banyak kalori. Namun bukan berarti semua ibu wajib mengejar angka tertentu di timbangan.
- Fokus pada pola makan bergizi, bukan sekadar mengurangi porsi
- Gerak ringan seperti jalan kaki atau senam pascapersalinan
- Tidur cukup saat bayi tidur, karena kurang tidur memicu nafsu makan
- Beri waktu tubuh pulih, minimal 6 minggu sebelum olahraga berat
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter
Penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat sebaiknya tidak dijadikan target. Konsultasikan ke dokter bila berat badan turun terlalu cepat, lemas berkepanjangan, atau muncul keluhan saat menyusui.
Ibu yang sedang menyusui butuh asupan kalori lebih tinggi. Diet ekstrem justru bisa mengganggu produksi ASI dan kondisi tubuh.
Kisah Nadia Soekarno jadi pengingat bahwa pemulihan tiap ibu punya ritmenya sendiri. Yang terpenting bukan angka di timbangan, melainkan tubuh yang sehat dan bayi yang tumbuh baik.