SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan MTQ Nasional XXXI membawa pesan Al-Qur'an ke ruang publik, termasuk dunia maya yang selama ini kerap dipenuhi disinformasi dan ujaran kebencian. Penutupan berlangsung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.
Kalimantan Timur kembali keluar sebagai juara umum. Jawa Tengah sebagai tuan rumah menempati posisi runner-up, disusul DKI Jakarta di posisi ketiga, Aceh dan Jawa Timur di posisi keempat, serta Jawa Barat di posisi kelima.
Dampak Ekonomi: Rp 2,41 Miliar Transaksi UMKM
Ajangan nasional ini tidak hanya menjadi panggung bagi qari, qariah, hafiz, dan hafizah dari berbagai daerah. Aktivitas ekonomi masyarakat turut bergerak selama sembilan hari penyelenggaraan.
Nilai transaksi produk UMKM yang mengikuti pameran tercatat sekitar Rp 2,41 miliar, baik di lokasi maupun melalui e-commerce. Secara keseluruhan, MTQ Nasional XXXI disebut dihadiri sekitar 250 ribu pengunjung dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1,32 triliun.
"Ini menandakan bahwa MTQ memberikan berkah lahir dan batin bagi kita semua. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, seluruh kafilah, dan panitia," ujar Luthfi.
Media Sosial Dipenuhi Konten MTQ Selama Sembilan Hari
Luthfi menilai derasnya arus informasi di dunia maya membutuhkan lebih banyak narasi yang membawa kebenaran dan kesejukan. Masyarakat tidak hanya berhadapan dengan disinformasi, tetapi juga ujaran kebencian, kampanye hitam, hingga konten yang mengarah pada fitnah.
"Sembilan hari kita telah bersama dalam suasana penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi di seluruh pelosok Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia dan dunia, sehingga hari ini terasa tenteram, aman, dan damai. Media sosial pun dipenuhi oleh MTQ selama sembilan hari," kata Luthfi saat penutupan.
Menurutnya, suasana tersebut terasa di berbagai daerah di Jawa Tengah selama penyelenggaraan MTQ. Masyarakat dapat menikmati momentum kebersamaan dan ketenteraman tanpa hiruk-pikuk isu negatif.
"Hikmahnya di Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota selama sembilan hari adem tenteram, tidak ada kasak-kusuk terkait MTQ. Kalau pada saat MTQ kok Anda membuat fitnah, dosa besar yang Anda lakukan," katanya, yang disambut sorak-sorai kafilah dan masyarakat.
Menteri Agama: Tugas Berikutnya Bawa Al-Qur'an ke Kehidupan Nyata
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Keduanya dinilai mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI hingga berjalan sukses.
Nasaruddin menyebut berakhirnya MTQ bukan berarti tugas seluruh peserta dan masyarakat selesai. Tantangan berikutnya adalah membawa nilai-nilai Al-Qur'an keluar dari arena perlombaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Setelah ini seluruh kafilah akan kembali ke daerah masing-masing. Tugas kita tidak selesai setelah MTQ ini selesai, tapi ada tugas yang lebih mulia yaitu membawa cahaya Al-Qur'an ke dalam kehidupan nyata," kata Nasaruddin.
Luthfi pun mengajak masyarakat untuk meneruskan suasana positif yang terbentuk selama MTQ, termasuk di ruang digital.
"Ceritakan hal menyejukkan, jangan ulangi fitnah yang bergentayangan di dunia maya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan selamat kepada Kalimantan Timur yang kembali menjadi juara umum. Menurutnya, semua peserta tetap juara di hadapan Allah SWT karena telah melantunkan dan mengamalkan Al-Qur'an.