Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp17.764 per Dolar AS Usai Fed Naikkan Suku Bunga 25 bps

Kamis, 17 September 2026 • 09:34:31 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.764 per Dolar AS Usai Fed Naikkan Suku Bunga 25 bps

JAWA TENGAH — Nilai tukar rupiah dibuka melemah 68 poin atau 0,38 persen ke level Rp17.764 per dolar AS pada perdagangan pagi ini. Pelemahan terjadi setelah The Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin disertai pernyataan hawkish Ketua The Fed Warsh yang mendorong lonjakan indeks dolar AS.

Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (17/9) pagi ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang kawasan tercatat melemah, sementara sebagian lainnya justru menguat.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan tertekan terhadap dolar AS sepanjang hari ini. Pemicu utamanya adalah keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

"Pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Warsh juga mendorong lonjakan indeks dolar AS serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Mata Uang Asia BergeraK Bervariasi

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,04 persen, peso Filipina melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,57 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,46 persen.

Sebagian mata uang Asia lainnya justru menguat. Dolar Singapura naik 0,05 persen dan yen Jepang menguat 0,09 persen. Adapun dolar Hong Kong bergerak datar.

Mata Uang Negara Maju Juga Bervariasi

Mata uang utama negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa melemah 0,03 persen, poundsterling Inggris turun 0,05 persen, dan dolar Kanada melemah 0,04 persen.

Sebaliknya, dolar Australia menguat 0,11 persen dan franc Swiss naik 0,01 persen terhadap dolar AS.

Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut pada akhir tahun menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.

Bagi pelaku bisnis yang memiliki eksposur utang dalam dolar AS, pelemahan rupiah menambah beban biaya pembayaran. Sementara eksportir berpeluang menikmati harga jual yang lebih kompetitif di pasar global.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks