SEMARANG — Laporan awal kebakaran di TPA lama Jatibarang diterima sekitar pukul 19.10 WIB. Api pertama kali terlihat dari sisi barat area TPA lama, dengan material yang terbakar berupa sampah yang masih berada di kawasan tersebut.
Kasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Listiyono, mengatakan lahan bekas TPA itu sudah ditutup. Meski demikian, kebakaran tetap terjadi dan membakar banyak sampah yang tersisa di lokasi.
"Ini sudah terjadi kebakaran di TPA lama. Sebenarnya TPA ini sudah ditutup. Untuk luasannya sekitar 2 sampai 3 hektare," kata Listiyono di lokasi.
Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Petugas belum dapat memastikan sumber api. Dugaan bahwa api sengaja dinyalakan juga masih harus didalami.
"Kalau dugaan api kita belum tahu. Bisa jadi antara kalau dibakar kemungkinan kecil," ujar Listiyono.
Karakter tumpukan sampah di area TPA membuat api berpotensi menjalar hingga bagian bawah. Kondisi material yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran sampah sulit ditangani secara cepat.
Kemungkinan api berasal dari aktivitas warga di sekitar lahan juga belum dapat dikesampingkan. Di sisi barat lokasi kebakaran berbatasan dengan lahan produktif yang digunakan untuk pertanian.
"Karena kondisinya masih sekitar jam 7-an. Sebelahnya itu lahan produktif, pertanian. Jadi kemungkinan orang ke ladang atau bagaimana kita enggak tahu," ucap dia.
10 Armada Damkar Dikerahkan, Api Utama Berhasil Dipadamkan
Damkar Kota Semarang mengerahkan sekitar 10 unit armada untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas juga mendapat bantuan dari PDAM Tirta Moedal dan PMI.
Sekitar pukul 21.10 WIB, api utama telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terlihat sejumlah titik api yang belum sepenuhnya padam. Petugas menyisir area bekas terbakar untuk mencari titik api yang tersisa.
Sejumlah mobil damkar terparkir di pinggir jalan dan saling mengalirkan air untuk mempercepat proses pemadaman. Armada lainnya bergantian mengambil pasokan air, sementara mobil tangki air milik PDAM Tirta Moedal membantu memasok air ke lokasi.
Lahan yang terbakar tampak menghitam. Kepulan asap masih muncul dari sejumlah bagian tumpukan sampah, dan bau gosong masih tercium kuat di sekitar lokasi.
Pemadaman Titik demi Titik hingga Dini Hari
Listiyono menjelaskan pemadaman kebakaran sampah tidak dapat dilakukan dengan pola menyerang seluruh area secara bersamaan. Petugas harus memadamkan titik demi titik untuk memastikan api tidak kembali menyala dari bagian dalam tumpukan sampah.
"Kalau strategi kita untuk pemadaman sampah itu enggak bisa sistem menyerang. Jadi satu titik dimatikan, baru pindah-pindah. Enggak bisa kita langsung serbu asal mati, karena kalau titiknya enggak dipadamkan sekalian," katanya.
Hingga pukul 22.10 WIB, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan tersebut. Pendinginan dilakukan terutama pada bagian yang masih mengeluarkan asap.
Listiyono memperkirakan proses penanganan dapat selesai dalam beberapa jam apabila titik api yang tersisa berhasil dikendalikan.
"Ini kemungkinan enggak sampai [lama]. Paling 2 sampai 3 jam sudah selesai. Ini tinggal pendinginan," ucapnya.