Pencarian

MTQ Nasional XXXI di Semarang Dibuka, Menag Nasaruddin Umar Serukan Sikap Qurani Antikorupsi

Minggu, 13 September 2026 • 11:45:32 WIB
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dibuka, Menag Nasaruddin Umar Serukan Sikap Qurani Antikorupsi
Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu.

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu, dengan menekankan bahwa ajang ini harus melahirkan sikap Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan Al Quran tidak boleh hanya terdengar saat pembukaan acara, tetapi hilang pengaruhnya ketika mengelola anggaran dan mengambil keputusan. MTQ Nasional XXXI berlangsung 11-20 September 2026 di 12 arena Kota Semarang.

SEMARANG — Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi momentum melahirkan sikap Qurani. Harapan itu disampaikannya saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu.

"Al Quran diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya," kata Menag.

Apa Itu Sikap Qurani dalam Kehidupan Sehari-hari

Menag menjabarkan sikap Qurani dalam beberapa ranah. Di dalam keluarga, sikap itu hadir lewat kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan kemampuan menjaga kehormatan satu sama lain.

"Tidak ada kekerasan, penghinaan, ataupun kesewenang-wenangan yang dapat dibenarkan mengatasnamakan agama," ujarnya.

Di kantor dan tempat kerja, lanjut dia, sikap Qurani tampak dalam amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil.

Al Quran Dinilai Tak Boleh Hilang Pengaruhnya Saat Kelola Anggaran

Nasaruddin menyoroti kecenderungan Al Quran hanya dibaca pada acara seremonial. Menurut dia, nilai-nilainya harus tetap hidup ketika seseorang menjalankan kewenangan.

"Al Quran tidak boleh hanya terdengar pada pembukaan acara. Tetapi kehilangan daya pengaruhnya ketika kita mengelola anggaran, menggunakan kewenangan, memberikan pelayanan, dan mengambil keputusan," tegasnya.

Ia menyatakan orang yang dekat dengan Al Quran semestinya menjadi pribadi paling dapat dipercaya, paling sungguh-sungguh bekerja, dan paling jauh dari korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan.

Ta'aruf, Ta'awun, dan Tabayyun di Tengah Masyarakat

Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap Qurani diwujudkan melalui ta'aruf, ta'awun, dan tabayyun. Menag menyebut tiga prinsip itu sebagai saling mengenal, saling menolong dalam kebaikan, serta memeriksa setiap informasi sebelum menyebarkannya.

Sikap Qurani, katanya, menolak fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan segala tindakan yang merusak kehormatan serta persaudaraan.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ia memaknai sikap Qurani sebagai upaya menegakkan keadilan, menjaga persatuan, melindungi kelompok lemah, menghormati kemajemukan, dan mendahulukan kepentingan bersama.

"Semakin dekat seseorang kepada Al Quran, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia," katanya.

2.242 Peserta Berlomba di 12 Arena Kota Semarang

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11-20 September 2026. Perlombaan digelar di 12 arena yang tersebar di Kota Semarang.

Sebanyak 2.242 peserta akan berkompetisi, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka mengikuti delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan 48 kategori.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks