Pencarian

Wamenko Pangan Sebut Batang Masuk 10 Kabupaten Tahan Pangan Tertinggi, Lahan Rob Pesisir Jadi

Sabtu, 19 September 2026 • 09:31:01 WIB
Wamenko Pangan Sebut Batang Masuk 10 Kabupaten Tahan Pangan Tertinggi, Lahan Rob Pesisir Jadi

BATANG — Hanif menjelaskan, berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan (IKP), Batang memperoleh nilai 83 koma sekian dan masuk klasifikasi sangat tahan. Indeks itu dihitung dari tiga variabel utama, yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

"Dari semua unsur ini, Batang nilainya sangat tinggi, 83 koma sekian. Itu di dalam klasifikasi masuk dalam kabupaten yang sangat tahan," kata Hanif.

Enam Klasifikasi IKP, Batang di Peringkat Teratas

Hanif memaparkan, IKP memiliki enam klasifikasi, mulai dari sangat rentan hingga sangat tahan. Batang berada di klasifikasi tertinggi tersebut.

"Jadi ada enam klasifikasi, pertama sangat rentan, rentan dan agak rentan, kemudian agak tahan, tahan dan sangat tahan. Batang itu di nomor enam. Jadi paling tinggi," ujarnya.

Ia menegaskan, capaian tersebut berada pada konteks tingkat kabupaten. Menurut Hanif, hanya kurang dari 10 kabupaten/kota yang memiliki nilai tertinggi dalam konteks tersebut.

"Kalau kabupaten, Batang salah satunya, salah satunya Batang," katanya.

Panen Biosalin Digelar di Tengah Persoalan Rob Pesisir

Panen raya padi Biosalin di Kelurahan Kasepuhan menjadi lokasi penyampaian capaian tersebut. Padi Biosalin dikenal sebagai varietas yang dikembangkan untuk lahan terdampak salinitas.

Pilihan lokasi itu bersinggungan langsung dengan kondisi pesisir Batang. Di tengah nilai ketahanan pangan yang tinggi, lahan pesisir di daerah itu masih menghadapi degradasi akibat rob dan abrasi air laut.

Artinya, capaian IKP Batang belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi lahan produktif di kawasan pesisir. Persoalan rob dan abrasi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Mengapa Nilai IKP Penting bagi Warga Batang

IKP mengukur tiga hal yang langsung terasa di tingkat rumah tangga: ketersediaan stok pangan, keterjangkauan harga, dan pemanfaatan pangan oleh masyarakat. Nilai tinggi menandakan ketiga aspek itu relatif aman di Batang.

Namun, degradasi lahan pesisir dapat menggerus luas lahan produktif dari waktu ke waktu. Jika tidak ditangani, dampaknya bisa terasa pada ketersediaan pangan jangka panjang.

Pemerintah kabupaten belum menyampaikan langkah lanjutan spesifik terkait penanganan lahan rob pesisir dalam kegiatan tersebut.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks