JAWA TENGAH — Surat penugasan yang diteken Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi itu memerintahkan Len Industri melaporkan pelaksanaan mandat secara berkala kepada presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara. Dalam surat tersebut, pemerintah menyebut penunjukan ini sebagai langkah mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional sekaligus memperkuat hilirisasi industri.
Mandat utama Len adalah melaksanakan program secara terkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Peran lebih rinci baru terungkap dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (10/9).
Len Industri Berperan sebagai Lead Integrator Molinas
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menjelaskan posisi Len dalam ekosistem Molinas saat berbicara di hadapan Komisi VII DPR RI.
"PT Len ini akan menjadi nantinya lead integrator dari program Motor Listrik Nasional," kata Setia.
Dari materi pemaparan Setia, ekosistem Molinas hampir seluruhnya melibatkan Danantara. Len mengisi tiga peran sekaligus: desain dan riset pengembangan, manufaktur dan perakitan, serta penyediaan stasiun pengisian daya.
Peta Ekosistem: IBC di Baterai, Koperasi Merah Putih di Aftersales
Pembagian peran dalam ekosistem Molinas cukup spesifik. Bidang produksi baterai didukung Indonesia Battery Corporation (IBC). Distribusi yang mencakup bengkel dan layanan purna jual melibatkan Koperasi Merah Putih bersama sejumlah BUMN. Sementara pendanaan dan pembiayaan ditangani PT Sarana Multi Infrastruktur.
Setia menambahkan, rantai baterai juga menyertakan CATIB dan CATL yang fasilitasnya di Karawang disebut sudah selesai dibangun.
"Ini adalah ekosistem Molinas dan hampir semuanya nanti akan melibatkan Danantara dalam prosesnya, baik R&D Len akan menjadi lead integrator, battery nanti akan melibatkan CATIB dan CATL yang saat ini sudah selesai dibangun di Karawang," papar Setia.
Motor Trail Listrik Sprint Sedang Digarap Len
Di sisi produk, Len Industri tengah mengembangkan motor trail listrik bernama Electrical Bike Sprint. Motor ini diklaim dirancang, diuji, dan dirakit di dalam negeri.
Spesifikasi yang dibeberkan: motor elektrik 3.000 Watt, jarak tempuh hingga 60 kilometer, dan kecepatan maksimum 80 km per jam. Angka-angka itu menempatkan Sprint di segmen motor listrik performa menengah, bukan skuter komuter harian.
Belum ada keterangan resmi soal harga, jadwal produksi massal, atau kapan Sprint akan dipasarkan. Yang jelas, penunjukan Len sebagai pelaksana Molinas memberi kerangka kelembagaan bagi proyek ini, dengan pelaporan berkala ke presiden sebagai mekanisme pengawasan.