JAWA TENGAH — Emiten tambang batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menutup paruh pertama 2026 dengan kinerja yang solid. Selain laba bersih yang menyentuh US$110 juta, pendapatan perseroan berhasil menembus US$1 miliar atau tumbuh 9% secara year-on-year.
Direktur Utama ITMG, Mulianto, menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh dua faktor utama. "Kenaikan pendapatan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan sebesar 5 persen dan kenaikan ASP sebesar 4 persen secara year-on-year. Kenaikan ASP tersebut sejalan dengan harga acuan batubara yang menguat," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Produksi Kuartal II Melejit, Beban Operasional Ikut Naik
Lonjakan kinerja keuangan tidak lepas dari akselerasi produksi pada periode April-Juni 2026. ITMG mencatat volume produksi batubara mencapai 5,3 juta ton pada kuartal II, melonjak 13% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Secara kumulatif, total produksi sepanjang semester I 2026 mencapai 9,9 juta ton. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu, namun volume penjualan tetap tumbuh 5%.
Di sisi lain, perseroan menghadapi tekanan dari sisi beban. Beban pokok pendapatan naik 7% yoy, terutama karena nisbah kupas yang lebih tinggi dan kenaikan harga bahan bakar yang mengikuti gejolak harga minyak dunia. Beban penjualan juga meningkat dari US$81 juta menjadi US$88 juta seiring bertambahnya volume penjualan.
Efisiensi Keuangan dan Kontribusi ke Negara
Meski beban operasional membengkak, ITMG berhasil menunjukkan efisiensi di lini keuangan. Beban keuangan perseroan berhasil ditekan hingga 32% secara tahunan, turun dari US$6 juta menjadi hanya US$4 juta pada semester I 2026.
Beban pajak penghasilan memang naik menjadi US$49 juta dari sebelumnya US$43 juta, sejalan dengan meningkatnya laba sebelum pajak. Hingga 30 Juni 2026, total aset ITMG tercatat sebesar US$2.417 juta.
Yang menarik, kontribusi ITMG kepada negara melalui pembayaran royalti justru meningkat 7% yoy menjadi US$111 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan batubara perseroan di tengah harga acuan yang menguat.
Dengan fundamental yang solid dan produksi yang kembali berakselerasi di kuartal kedua, ITMG optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Apresiasi harga batubara global menjadi angin segar bagi kinerja emiten tambang di semester kedua 2026.