Pencarian

Luis Figo Serang Gianni Infantino dan Minta Presiden FIFA Mundur, Bisakah Legenda Portugal Gantikan?

Kamis, 06 Agustus 2026 • 01:40:31 WIB
Luis Figo Serang Gianni Infantino dan Minta Presiden FIFA Mundur, Bisakah Legenda Portugal Gantikan?
Luis Figo menyampaikan pernyataan resmi yang menuntut pengunduran diri Gianni Infantino dari jabatan Presiden FIFA melalui akun media sosialnya.

JAWA TENGAH — Figo, yang pernah menjadi pesaing Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2015 lalu, mengeluarkan pernyataan pedas melalui akun media sosialnya. Ia bergabung dengan gelombang kritik yang menuntut pengunduran diri Infantino setelah serangkaian kontroversi menimpa badan sepak bola dunia tersebut.

Pernyataan Lengkap Figo: "Terlambat untuk Menyelamatkan Martabatnya"

"Hari ini saya bergabung dengan banyak pihak di sepak bola untuk menyerukan Gianni Infantino mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA," tulis Figo dalam unggahannya. Pernyataan ini menjadi puncak kekesalan Figo yang telah lama mengkritik kurangnya transparansi dalam FIFA.

Figo melontarkan tuduhan keras bahwa Infantino telah berbohong dan menipu demi kepentingan pribadi. "Infantino telah merendahkan jabatan yang ia janjikan akan ia angkat derajatnya. Ia telah berbohong, menipu, dan mencoba mengisi kantongnya sendiri dengan mengorbankan permainan yang seharusnya ia layani," tegas mantan bintang Inter Milan dan Real Madrid itu.

Ia menambahkan, "Terlambat untuk menyelamatkan martabatnya, tapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang."

Peluang Figo Maju: Antara Dukungan Publik dan Minimnya Pengalaman

Meski belum menyatakan akan kembali mencalonkan diri, nama Figo jelas menjadi kandidat populer di mata publik. Sebagai mantan pemain profesional yang getol menyuarakan reformasi, ia dianggap angin segar dibandingkan para administrator karier seperti Infantino atau pendahulunya, Sepp Blatter.

Namun, sejarah mencatat tidak ada mantan pemain sepak bola profesional yang pernah memimpin FIFA. Jabatan tersebut selalu diisi oleh figur berlatar belakang hukum atau administrasi. Terakhir kali presiden FIFA berasal dari luar Eropa adalah Joao Havelange dari Brasil yang mundur pada 1998.

Kekurangan Figo terletak pada minimnya pengalaman di meja administrasi. Infantino sendiri sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal UEFA selama tujuh tahun sebelum memimpin FIFA. Selain itu, ada sentimen dari konfederasi non-Eropa yang menginginkan rotasi kepemimpinan, mengingat FIFA telah lama dipimpin tokoh Eropa.

Bukan yang Pertama: Figo Pernah Menantang "Mesin Politik" FIFA

Ini bukan pertama kalinya Figo bersuara lantang. Pada 2015, ia secara resmi meluncurkan kampanye pencalonan presiden FIFA dengan platform peningkatan transparansi. Namun, ia mundur sesaat sebelum pemungutan suara karena frustrasi dengan proses elektoral yang dinilainya tidak demokratis.

Langkah Figo saat itu tidak sendirian. Legenda Brasil, Zico, juga sempat menyatakan niatnya maju setelah Blatter mundur, namun gagal mendapatkan dukungan tertulis dari lima asosiasi nasional yang disyaratkan. Figo, yang pernah menjadi duta FIFA, kini membutuhkan dukungan lima asosiasi yang sama jika ingin kembali bertarung dalam pemilihan. Pertanyaannya kini, akankah ia kembali mencoba?

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks