SEMARANG — Rencana revitalisasi Semarang Zoo yang digadang-gadang menjadi proyek percontohan konservasi dan wisata di Jawa Tengah justru terhenti di tengah jalan. Anggaran sebesar Rp96 miliar yang telah disepakati dalam Perda penyertaan modal belum juga direalisasikan karena belum mendapat persetujuan dari Wali Kota Semarang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak pergantian kepemimpinan di Pemerintah Kota Semarang. Padahal, kebutuhan pembenahan kebun binatang dinilai sudah sangat mendesak.
"Ketika dulu kami menyusun Perda penyertaan modal memang sudah dipaparkan bahwa kalau Semarang Zoo ingin tetap dipertahankan maka harus dilakukan revitalisasi karena berbagai kondisi yang sudah kurang layak menjadi perhatian masyarakat," kata Joko Widodo saat ditemui di kantornya, Selasa (28/7/2026).
Anggaran Rp96 Miliar Sudah Disepakati, Eksekusi Tertunda
DPRD Kota Semarang menegaskan bahwa anggaran revitalisasi sebesar Rp96 miliar bukanlah angka yang muncul tiba-tiba. Angka itu merupakan hasil kajian dan pembahasan panjang saat penyusunan Perda penyertaan modal.
"Setelah Perda disahkan, ternyata ketika terjadi pergantian wali kota, revitalisasi itu belum disetujui sehingga sampai sekarang Semarang Zoo belum mendapatkan suntikan dana," ujar Joko Widodo.
Ia menekankan bahwa penyertaan modal yang diatur dalam Perda diperuntukkan bagi investasi pembenahan, bukan untuk membiayai operasional harian kebun binatang.
Bukan Sekadar Bisnis: Fungsi Konservasi dan Edukasi Masyarakat
Dorongan DPRD untuk segera merealisasikan revitalisasi tidak hanya didasari aspek ekonomi. Komisi B DPRD Kota Semarang menilai Semarang Zoo memiliki peran strategis sebagai lembaga konservasi dan ruang rekreasi bagi warga.
"Kami sudah mengingatkan bahwa Semarang Zoo harus dilihat bukan sekadar untung atau rugi. Ini adalah lembaga konservasi yang manfaatnya besar untuk generasi penerus, sekaligus menjadi tempat wisata yang dibutuhkan masyarakat untuk rekreasi dan healing," kata Joko Widodo.
Menurutnya, penundaan revitalisasi berpotensi menghambat peningkatan kesejahteraan satwa dan pengembangan destinasi wisata di Kota Semarang. Kondisi kebun binatang yang dinilai sudah kurang layak menjadi perhatian serius masyarakat.
Nasib Semarang Zoo Kini di Tangan Wali Kota
DPRD Kota Semarang mendesak keputusan segera diambil agar pembenahan kebun binatang, konservasi, kesejahteraan satwa, dan pengembangan destinasi wisata tidak terus tertunda. Jika revitalisasi terus mandek, dikhawatirkan fungsi Semarang Zoo sebagai lembaga konservasi dan ruang publik semakin terdegradasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Semarang terkait keputusan atas nasib revitalisasi Semarang Zoo senilai Rp96 miliar tersebut.