SEMARANG — Pemkot Semarang menilai potensi wisata tidak hanya terpusat di kawasan yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan. Sebaran potensi di 16 kecamatan dan 177 kelurahan disebut memiliki karakter berbeda-beda, mulai dari wisata sejarah, kuliner, hingga wisata alam berbasis masyarakat.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mencontohkan sejumlah kawasan yang dinilai masih menyimpan daya tarik untuk dikembangkan, seperti Goa Kreo, Waduk Jatibarang, hingga pesisir.
"Kota Semarang kaya akan potensi dan hidden gem, mulai dari wisata sejarah, kuliner, hingga wisata alam berbasis masyarakat seperti kawasan Goa Kreo, Waduk Jatibarang, hingga pesisir," kata Agustina dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
Pengemasan Cerita dan Teknologi Digital Jadi Kunci
Menurut Agustina, potensi kampung perlu dikemas secara kreatif agar punya daya tarik lebih bagi wisatawan. Penguatan cerita mengenai suatu wilayah dinilai penting, begitu pula pemanfaatan teknologi digital untuk mengenalkan destinasi lokal ke masyarakat luas.
Pengembangan wisata kampung juga membutuhkan keterlibatan anak muda. Kreativitas dan jejaring pemuda dapat dipadukan dengan sumber daya serta fasilitas yang sudah dimiliki pemerintah.
"Kota Semarang memiliki sumber daya dan fasilitas, sementara pemuda memiliki energi, kreativitas, dan jejaring. Ketika ini dikolaborasikan, destinasi lokal bisa menjadi ruang tumbuh UMKM dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
KNPI Ajak Pemuda Jadi Pencerita dan Penggerak Ekonomi Kampung
Ketua DPD KNPI Kota Semarang Yohana Citra Mahardhika menyebut pemuda dapat mengambil peran dalam mengenalkan potensi kampung. Anak muda tidak hanya menjadi penikmat wisata, tetapi juga bisa terlibat sebagai pembuat konten dan penggerak ekonomi.
"Setiap wilayah di Semarang memiliki cerita, tradisi, dan keunikan kuliner tersendiri. Melalui forum ini, KNPI mengajak pemuda untuk hadir sebagai pencerita, pencipta konten, dan penggerak ekonomi kampung," katanya.
Pemetaan Potensi Jadi Pertimbangan Prioritas Pengembangan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengatakan masukan dari pemuda akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas pengembangan pariwisata daerah.
"Pemetaan potensi dan penguatan identitas kawasan penting agar pengembangan wisata kampung lebih terarah," ujarnya.
Pemkot Semarang belum merinci kelurahan mana yang akan digarap lebih dulu. Penentuan prioritas disebut masih menunggu hasil pemetaan potensi dan identitas tiap kawasan.