SEMARANG — Dua puluh dua lansia dari Kecamatan Tembalang dan Banyumanik mengikuti prosesi wisuda penuh haru, Jumat pekan lalu. Mereka adalah peserta perdana program Sekolah Lansia Salimah (SALSA) yang digagas oleh PD Salimah Kota Semarang sejak awal 2025.
Materi Belajar: Dari Kesehatan Hingga Teknologi
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Moh Agus Junaidi, yang hadir mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng, menyebut program ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk menghadirkan pendidikan inklusif bagi semua usia. “Pendidikan tidak hanya menjadi hak anak muda, tetapi juga masyarakat lanjut usia,” ujarnya.
Kurikulum SALSA tidak hanya berfokus pada pengetahuan umum. Selama setahun, para peserta mendapatkan materi pendidikan keagamaan, kesehatan, psikologi, keterampilan sosial, pengelolaan keuangan keluarga, hingga pemanfaatan teknologi dan olahraga ramah lansia.
Ruang Interaksi untuk Cegah Isolasi Sosial
Menurut Agus, keberadaan sekolah ini menjadi lebih dari sekadar tempat belajar. “Sekolah ini menjadi wadah silaturahmi sehingga para lansia tetap memiliki aktivitas positif, saling mendukung, dan terhindar dari rasa kesepian,” katanya. Ia menambahkan, Dinas Sosial Kota Semarang siap memperkuat kolaborasi dengan organisasi masyarakat untuk mengembangkan program serupa, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Ketua PD Salimah Kota Semarang, Farida, menekankan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar seremoni. “Belajar tidak mengenal batas usia. Kami berharap para lulusan SALSA tetap menjadi pribadi yang aktif, sehat, mandiri, dan terus memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Penampilan Seni dan Semangat Berkarya
Acara wisuda dimeriahkan oleh penampilan seni dari kelompok SALSA Tembalang dan Banyumanik. Para lansia tampil percaya diri menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya dan belajar.
Apresiasi juga datang dari Pengurus Wilayah Salimah Jawa Tengah. Perwakilan PW Salimah Jateng, Arie Setiawati, berharap ilmu yang diperoleh bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga seluruh wisudawati Sekolah Lansia Salimah senantiasa hidup bahagia, sehat, dan mandiri sesuai semangat yang terus kami gaungkan,” kata Arie.
Jangkauan Nasional: 37 Provinsi, 406 Kabupaten/Kota
Secara nasional, program Sekolah Lansia Salimah telah diikuti lebih dari 10.000 peserta yang tersebar di 37 provinsi dan 406 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Keberadaan SALSA di Semarang menjadi bukti bahwa pendidikan sepanjang hayat bisa diakses oleh siapa saja, tanpa memandang usia.