SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan komitmennya menghadirkan pendidikan inklusif di tengah perayaan Hari Jadi ke-81. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa akses belajar yang setara menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayahnya.
“Pendidikan ini merupakan investasi masa depan,” kata Ahmad Luthfi dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (19/8/2025).
Dua Skema Bantuan Langsung untuk Pelajar Kurang Mampu
Pemprov Jateng mengucurkan dana segar melalui dua skema beasiswa. Sebanyak 10.000 siswa dari keluarga kurang mampu menerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) dengan nilai masing-masing Rp 1 juta.
Selain itu, bantuan senilai Rp 2 juta per orang diberikan kepada 1.100 anak tidak sekolah (ATS). Langkah ini diambil agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan formal.
Sekolah Kemitraan Jadi Solusi Keterbatasan Kapasitas Negeri
Program Sekolah Kemitraan menjadi salah satu andalan Pemprov Jateng untuk menjawab terbatasnya daya tampung sekolah negeri. Melalui program ini, calon siswa dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga 4 dibebaskan dari sejumlah biaya pendidikan.
Pembebasan tersebut mencakup SPP dan iuran wajib, paket buku pelajaran, serta biaya kegiatan akademik dan ekstrakurikuler tertentu. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan ekonomi yang menghalangi anak melanjutkan sekolah.
SMANKO Jateng untuk Atlet Muda Berprestasi
Bagi siswa dengan bakat olahraga, Pemprov Jateng menyediakan SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah di Kawasan Olahraga Jatidiri, Kota Semarang. Sekolah berasrama ini memadukan kurikulum pendidikan formal dengan pembinaan olahraga intensif.
Para siswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengasah kemampuan fisik dan teknik di cabang olahraga masing-masing. Fasilitas ini dirancang untuk melahirkan atlet profesional sejak usia dini.
Beasiswa Sister Province, Kuliah ke Korea Selatan
Jalur peningkatan akses pendidikan juga diperluas hingga ke mancanegara. Melalui Program Beasiswa Sister Province, siswa dari keluarga kurang mampu berkesempatan melanjutkan pendidikan di Korea Selatan.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional dapat dimanfaatkan untuk membuka cakrawala baru bagi pelajar berprestasi dari kalangan prasejahtera. Pemprov Jateng berharap para penerima beasiswa kelak kembali dan berkontribusi membangun daerah.