SOLO — Persaingan menuju Pemilu 2029 di Kota Solo mulai menghangat. Target Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin mengamankan 12 kursi di DPRD Solo mendapat respons sarkastik dari kader senior PDIP. Alih-alih khawatir, mereka justru menantang dengan nada bercanda.
“12 Kursi Silakan, Sisanya Milik Kami”
Seorang kader senior PDIP Solo menyebutkan bahwa partainya tidak merasa terancam dengan manuver PSI. Dalam pernyataan yang beredar, ia berseloroh bahwa PSI dipersilakan mengambil 12 kursi tersebut.
“Sisanya, kami borong,” ujarnya, menggambarkan keyakinan bahwa PDIP tetap akan mendominasi perolehan kursi di DPRD Kota Solo pada pesta demokrasi mendatang.
Mengapa PSY Menargetkan 12 Kursi?
Angka 12 kursi yang disebut PSI bukanlah angka sembarangan. Jumlah tersebut merupakan syarat minimal untuk bisa mengusung calon wali kota secara mandiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
Di Pemilu 2024 lalu, PSI berhasil menempatkan kadernya di DPRD Solo. Namun, jumlah kursi yang diraih masih jauh dari target ambisius untuk 2029. Target ini menjadi sinyal bahwa PSI serius memperkuat basis di kota kelahiran Presiden Joko Widodo tersebut.
PDIP: Basis Solid, Tak Mudah Digoyang
PDIP sendiri memiliki sejarah panjang sebagai penguasa kursi DPRD Solo. Pada Pemilu 2024, partai berlambang banteng moncong putih ini sukses meraih suara mayoritas dan menjadi fraksi terbesar di legislatif kota.
Kursi yang mereka kuasai saat ini jauh melampaui angka 12. Dengan modal elektoral yang kuat, sindiran “borong sisa kursi” bukan sekadar gurauan, melainkan cerminan kepercayaan diri bahwa basis massa mereka di Solo masih solid.
Peta Politik Solo Menuju 2029
Sindiran ini membuka peta persaingan yang menarik. Solo, yang dikenal sebagai kandang banteng, kini mulai diincar oleh partai lain yang ingin memecah dominasi. PSI, dengan pendekatan politik yang lebih modern dan menyasar pemilih muda, dianggap sebagai penantang serius.
Namun, PDIP seolah memberikan pesan bahwa mereka tidak akan menyerahkan kursi begitu saja. Persaingan menuju 2029 di Solo dipastikan akan berlangsung sengit, diwarnai saling sindir dan adu strategi antarpartai.