JAWA TENGAH — Kepastian itu datang dari pengumuman resmi Yamaha Motor Europe. Miller, yang musim ini masih memperkuat Prima Pramac Yamaha di MotoGP, memilih melanjutkan kemitraan dengan pabrikan Iwata di kelas berbeda. Kabar ini menutup spekulasi soal masa depan rider 30 tahun tersebut setelah kursinya di MotoGP tak kunjung jelas.
Jejak 11 Musim di MotoGP dan Empat Kemenangan
Miller bukan nama sembarangan di paddock Grand Prix. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi empat kemenangan dan 23 podium di kelas premier. Ia pernah membela LCR Honda, Marc VDS, Pramac Racing, tim pabrikan Ducati, Red Bull KTM, dan terakhir Prima Pramac Yamaha.
Kemenangan perdananya lahir di Assen 2016 dalam balapan basah, saat ia melesat dari posisi start ke-18. Momen itu jadi penanda bahwa Miller bisa tampil kompetitif di kondisi apa pun.
Dari IDM 125cc Jerman hingga Kursi MotoGP
Sebelum menembus MotoGP, Miller membangun reputasi lewat kejuaraan IDM 125cc Jerman pada 2011. Satu kemenangan dan tujuh podium membawanya ke Moto3 musim berikutnya bersama Honda.
Perkembangannya konsisten: peringkat 23 pada 2012, naik ke posisi 7 setahun kemudian, lalu finis runner-up 2014 bersama Red Bull KTM Ajo setelah mengumpulkan enam kemenangan dan sepuluh podium. Gelar juara saat itu direbut Alex Marquez.
Alasan Yamaha Rekrut Miller untuk Proyek R1
Manajer Olahraga Road Racing Yamaha Motor Europe, Niccolo Canepa, menyebut pengalaman Miller di Grand Prix sebagai nilai jual utama. Pengetahuan soal ban Michelin dianggap bakal berguna untuk pengembangan R1.
"Kesempatan untuk merekrut pembalap dengan pengalaman dan bakat seperti dia ke dalam tim resmi kami adalah peluang yang terlalu sayang untuk dilewatkan, dan kami sudah tidak sabar menantikan sesi uji coba pertama," kata Canepa.
Ia menambahkan, "Pengalamannya di Grand Prix, khususnya pengetahuannya mengenai ban Michelin, akan sangat berharga bagi kami. Ia telah mencatatkan hasil impresif dengan R1 di Suzuka."
Modal Miller: Pengalaman Suzuka dan Karakter Ceria
Miller memang bukan orang baru dengan R1. Beberapa tahun terakhir ia menjajal motor tersebut di ajang Suzuka. Meski spesifikasi WorldSBK berbeda, ia mengaku antusias menyambut fase baru kariernya.
"Saya sangat antusias mengumumkan bahwa saya akan beralih ke WorldSBK bersama Yamaha, sekaligus melanjutkan kemitraan kami," ujar Miller. "Saya sangat menikmati kerja sama dengan merek ini selama beberapa tahun terakhir di MotoGP."
Canepa juga menyoroti sisi non-teknis. Kepribadian dan profil internasional Miller dinilai bisa memperkuat eksistensi Yamaha sekaligus menarik perhatian lebih besar ke kejuaraan WorldSBK.
Putaran Cremona Jadi Penutup Musim
Sebelum benar-benar pindah, Miller masih punya satu agenda bersama Pramac Yamaha di MotoGP. Putaran terakhir musim ini digelar di Sirkuit Cremona pada 25 September. Setelah itu, fokusnya beralih penuh ke proyek WorldSBK 2027.