JAWA TENGAH — Tekanan jual asing di pasar saham domestik masih berlanjut. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TPIA melepas posisi senilai Rp 81,67 miliar, disusul BBCA Rp 73,14 miliar, dan CUAN Rp 66,06 miliar pada paruh pertama perdagangan hari ini.
Koreksi indeks terjadi di tengah aksi jual saham perbankan jumbo. BBCA turun 1,49% ke level 6.600, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,47% ke level 3.340, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,9% ke level 4.380. Adapun saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ikut melemah 1,02% ke level 3.900.
Enam Sektor Bertahan di Zona Hijau, Energi Pimpin Penguatan
Meski indeks ditutup merah, enam dari sebelas sektor di BEI masih mencatatkan penguatan. Sektor energi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 1,61% secara sektoral.
Di dalam sektor ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak 6,67% ke level 224 dan menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 978,77 miliar. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga melesat 4,51% ke level 3.010, sementara PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 3,26% ke level 5.550 dengan nilai transaksi Rp 269,97 miliar.
Volume Transaksi dan Pergerakan Bursa Kawasan
Sepanjang sesi pertama, volume transaksi di BEI mencapai 24,56 miliar saham dengan frekuensi 1,32 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.615 triliun dan total nilai transaksi hingga jeda siang mencapai Rp 8,47 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 293 saham menguat, 292 melemah, dan 203 lainnya stagnan.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa masih bervariasi. Indeks Nikkei Jepang naik 1,97%, Kospi Korea melesat 4,15%, sementara Hang Seng dan Shanghai Composite masing-masing melemah 1,04% dan 0,2%.
Saham Gainer dan Loser Teratas pada Sesi I
Tiga saham mencatatkan kenaikan tertinggi pada sesi pertama, dipimpin PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang naik 34,72% ke Rp 97. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menguat 21,59% ke Rp 535, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 12,17% ke Rp 258.
Di sisi lain, PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) menjadi top loser dengan penurunan 3,51% ke Rp 550, diikuti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang turun 2,99% ke Rp 1.300, serta PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melemah 2,86% ke Rp 850.