PATI — Sebanyak 25 desa di Kabupaten Pati saat ini mengalami kekeringan dan tersebar di 9 kecamatan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Gabus, Jakenan, Jaken, Pucakwangi, Tambakromo, Winong, Pati, Sukolilo, dan Kayen.
Kondisi ini mendorong DPRD Pati mengusulkan solusi jangka panjang berupa pembangunan sumur bor kepada pemerintah pusat. Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, menyatakan usulan tersebut telah disampaikan langsung melalui Menteri Pertanian.
Seribu Titik Sumur Bor Diusulkan untuk Wilayah Rawan Kekeringan
"Sudah kita usulkan lewat Menteri Pertanian sumur bor, Insyaallah mau dikasih oleh Pak Prabowo sehingga tempat-tempat yang rawan kekeringan nanti bisa mendapatkan air bersih," ujar Hardi, Jumat (20/9).
Legislator yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Pati ini menyebutkan total ada seribu titik yang diusulkan. "Mengusulkan banyak sekali. Seribu titik. Sehingga nanti bisa merata agar masyarakat mendapatkan air yang layak," imbuhnya.
Sumur Bor Tidak Hanya untuk Air Minum, tetapi Juga Irigasi Pertanian
Hardi optimistis keberadaan sumur bor nantinya dapat menyelesaikan persoalan kekeringan secara menyeluruh. "Di samping untuk air minum, nanti untuk kebutuhan pertanian," pungkasnya.
Menurutnya, laporan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah sudah diterima pihaknya sejak beberapa pekan terakhir. "Masyarakat di wilayah Kabupaten Pati sudah bulan September ini banyak sumur yang sumbernya mulai menipis. Terutama di wilayah Gabus, Jaken, Jakenan, Pucakwangi membutuhkan air bersih," katanya.
Pemkab Pati Kirim 6-8 Tangki Air Bersih Setiap Hari
Sambil menunggu realisasi usulan sumur bor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah melakukan penanganan darurat. Sekitar 6 hingga 8 tangki air bersih dikirim secara bergantian ke wilayah yang terdampak kekeringan setiap harinya.
Pengiriman air bersih ini menjadi langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang sumurnya mulai kering. Adapun usulan sumur bor ke Kementerian Pertanian merupakan bentuk upaya jangka panjang agar wilayah rawan kekeringan di Bumi Mina Tani memiliki sumber air yang lebih permanen.