KENDAL — Tiga perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan KEK Kendal dalam ajang Forum Pemasaran Investasi Jawa Tengah 2026. Kesepakatan itu mencakup industri synthetic leather, pengembangan garmen, dan pembangunan hotel bintang empat di dalam kawasan.
Executive Director KEK Kendal Juliani Kusumaningrum menyebut ketiga komitmen tersebut sebagai bagian dari perkembangan kawasan yang semakin terintegrasi. Menurutnya, masuknya investor baru tidak hanya memperkuat rantai pasok manufaktur, tetapi juga menandai tumbuhnya kebutuhan fasilitas pendukung bisnis.
Anhui Anli Perkuat Rantai Pasok Material Sintetis
Investor pertama, Anhui Anli Materials Technology Co., Ltd., bergerak di bidang industri synthetic leather. Perusahaan asal China ini memiliki 40 lini produksi dengan kapasitas tahunan mencapai 88,5 juta meter polyurethane composite materials serta 70.000 ton polyurethane resin.
Produk Anli dipakai untuk industri sepatu, furnitur, tas, perlengkapan olahraga, interior otomotif, hingga kemasan. Sebagian produknya telah diekspor ke lebih dari 80 negara.
Zhejiang Tongli Clothing Pasok Merek Global UNIQLO hingga H&M
Investor kedua, Zhejiang Tongli Clothing Co., Ltd., merupakan bagian dari Tongli Clothing Alliance, produsen manufaktur OEM/ODM apparel asal China. Perusahaan ini memproduksi fashion wear, yoga wear, hingga activewear.
Tongli memasok merek-merek global ternama seperti UNIQLO, Levi's, Zara, dan H&M. Kehadirannya diproyeksikan memperkuat rantai pasok ekosistem industri fashion dan garmen di KEK Kendal.
PT Padimas Surya Makmur Bangun Hotel Bintang Empat di Dalam Kawasan
Investor ketiga, PT Padimas Surya Makmur, merupakan tenant eksisting KEK Kendal yang mengambil langkah strategis dengan membangun hotel bintang empat. Fasilitas hospitality ini ditujukan langsung untuk mendukung tingginya mobilitas akomodasi dan kegiatan bisnis di kawasan.
Juliani menegaskan pertumbuhan industri di kawasan selalu diikuti kebutuhan fasilitas penunjang yang lebih luas.
"Ketika industri tumbuh, kebutuhan kawasan juga ikut berkembang. Bukan hanya kebutuhan terhadap tenaga kerja dan supply chain, tetapi juga hospitality, commercial area, business services, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya," ujar Juliani.
Ekosistem Kawasan Mulai Bergerak ke Fasilitas Penunjang Bisnis
Juliani menyatakan tiga komitmen tersebut menjadi bagian dari perkembangan kawasan yang semakin terintegrasi. Anli memperkuat rantai pasok material, Tongli memperdalam ekosistem fashion dan garment, sementara ekspansi Padimas ke hospitality menunjukkan kebutuhan terhadap fasilitas pendukung bisnis yang juga semakin tumbuh.
"Anli memperkuat rantai pasok material, Tongli memperdalam ekosistem fashion dan garment, sementara ekspansi Padimas ke hospitality menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap fasilitas pendukung bisnis juga semakin tumbuh," kata Juliani.
Penandatanganan MoU ini menandai tahap awal komitmen investasi. Tahap berikutnya bergantung pada proses realisasi masing-masing investor di kawasan KEK Kendal.