SALATIGA — Bantuan air bersih dari UIN Salatiga menyasar tiga wilayah yang mengalami kesulitan pasokan air akibat kemarau panjang. Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, menjadi penerima terbesar dengan 30 tangki. Kecamatan Wonosegoro mendapat 19 tangki, sedangkan enam tangki sisanya disalurkan ke warga Kota Salatiga.
Koordinator kegiatan bantuan air bersih UIN Salatiga, Yusuf Ismail, menyebut penyaluran itu sebagai bentuk solidaritas kampus. "Bantuan air bersih ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas sivitas akademika UIN Salatiga untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan," kata Yusuf Ismail.
Dana Donatur Sivitas Akademika Jadi Sumber Bantuan
Dana bantuan dihimpun dari para donatur di lingkungan sivitas akademika UIN Salatiga. Hasil penghimpunan itu diwujudkan dalam bentuk puluhan tangki air bersih, bukan uang tunai, agar langsung menjawab kebutuhan warga di lapangan.
UIN Salatiga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang berpartisipasi. Dukungan tersebut membuat bantuan air bisa menjangkau masyarakat di tiga wilayah.
Pemetaan Lokasi Libatkan Pemerintah Kecamatan dan Desa
Penyaluran tidak dilakukan kampus sendirian. UIN Salatiga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mapala Mitapasa, Biro UAPK, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga.
Pemerintah kecamatan dan desa berperan memetakan lokasi serta warga yang membutuhkan bantuan. Menurut Yusuf, kolaborasi itu diperlukan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang kesulitan air bersih.
Enam Tangki di Kota Salatiga Dibantu Satgas Bencana Mapala Mitapasa
Khusus enam tangki untuk wilayah Kota Salatiga, distribusinya turut dibantu Satgas Bencana Mapala Mitapasa UIN Salatiga. Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari aksi kemanusiaan kampus.
Gerakan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian UIN Salatiga kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjalankan aktivitas pendidikan, penelitian, dan akademik, tetapi juga hadir saat warga menghadapi persoalan kemanusiaan.