JAWA TENGAH — Aion UT Premium menawarkan baterai 60 kWh dan tenaga 201 HP, kombinasi yang jarang ditemukan di kelas hatchback listrik Rp 350-400 juta. Mobil ini bersaing langsung dengan BYD Dolphin dan GWM Ora 03, tapi ada satu catatan soal setir yang perlu Anda tahu sebelum memutuskan.
Tim Moladin menguji Aion UT tipe Premium sebagai kendaraan harian di perkotaan. Pengujian mencakup posisi berkendara, kenyamanan kabin, fitur keselamatan, dan kemampuan baterai berdasarkan klaim pabrikan. Tipe Premium yang diuji dibekali baterai 60 kWh, sedangkan tipe Standard memakai baterai 44 kWh.
Baterai 60 kWh dan Tenaga 201 HP: Klaim 500 Km
Aion UT Premium diklaim mampu menempuh jarak hingga 500 km dalam sekali pengisian penuh. Akselerasi dari 0-100 km/jam disebut memakan waktu 8,3 detik — angka yang kompetitif untuk hatchback listrik di kelasnya.
Pengisian daya cepat DC dari 30-80% diklaim hanya butuh sekitar 24 menit. Durasi aktual bisa berbeda tergantung daya charger dan kondisi baterai saat pengisian.
Tipe Standard hadir dengan tenaga 134 HP dan baterai 44 kWh. Pilihannya masuk akal untuk mobilitas harian dalam kota, tapi Premium jelas lebih menarik kalau Anda sering perjalanan luar kota.
Desain Eksterior: Matrix Cube LED dengan Tujuh Proyektor
Bagian depan Aion UT memakai lampu Matrix Cube LED dengan tujuh proyektor. Dimensinya compact, cocok untuk bermanuver di jalan perkotaan yang padat. Desainnya modern tanpa terkesan berlebihan.
Kabin: Jok Kulit Sintetis dan Panoramic Roof
Interior Aion UT memakai jok berlapis kulit sintetis dengan bantalan lebar. Tipe Premium dilengkapi ventilated seats yang membantu saat cuaca panas. Panoramic roof membuat kabin terasa lebih terbuka.
Sistem infotainment mengandalkan layar dengan antarmuka intuitif dan shortcut untuk fungsi yang sering dipakai. Pendekatan ini memudahkan pengemudi mengakses fitur tanpa harus menggulir menu terlalu dalam.
Fitur ADAS: Blind Spot Monitoring dan Adaptive Cruise Control
Aion UT dibekali sejumlah fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Dua yang paling relevan untuk pemakaian harian adalah blind spot monitoring dan adaptive cruise control.
Fitur-fitur ini membantu pengemudi, tapi tetap tidak menggantikan kewaspadaan dan kendali penuh terhadap kendaraan. Jangan pernah menganggap ADAS sebagai autopilot.
Wireless Charging 50 Watt dengan Pendingin
Aion UT menyediakan wireless charging berdaya 50 watt lengkap dengan sistem pendingin. Fitur ini berguna untuk smartphone yang kompatibel, terutama saat navigasi aktif karena ponsel cenderung panas.
Kaca Tambahan untuk Memantau Penumpang Belakang
Salah satu fitur unik Aion UT adalah kaca tambahan untuk melihat penumpang di kursi belakang. Pengemudi tidak perlu sering menoleh ke belakang, misalnya saat memantau anak yang duduk di baris kedua.
Bagasi Fleksibel dengan Dua Posisi Lantai
Lantai bagasi Aion UT bisa diatur dalam dua posisi ketinggian. Ada kompartemen tambahan di bawah lantai untuk menyimpan barang kecil agar ruang utama tetap rapi. Power tailgate memudahkan akses saat membawa barang.
Posisi Berkendara: Nyaman, Tapi Setir Belum Telescopic
Setir Aion UT memiliki pengaturan tilt, tapi belum dilengkapi telescopic. Desainnya masih cukup ergonomis dan bisa menjangkau posisi pengemudi dengan baik, meski penyesuaian maju-mundur setir akan lebih ideal untuk postur yang beragam.
Harga dan Kompetitor: BYD Dolphin vs GWM Ora 03
Tim Moladin memperkirakan harga Aion UT berada di kisaran Rp 350 juta-Rp 400 juta. Angka ini merupakan perkiraan dalam ulasan, bukan konfirmasi harga resmi dari Aion.
Pada kisaran tersebut, Aion UT berpotensi menjadi alternatif bagi konsumen yang membandingkannya dengan BYD Dolphin dan GWM Ora 03. Perbandingan sebaiknya mempertimbangkan harga resmi, jarak tempuh, kapasitas baterai, fitur, dan kemudahan pengisian daya.
Kelebihan Aion UT Premium
- Baterai 60 kWh dengan tenaga 201 HP — kombinasi jarang di kelas Rp 400 juta
- Klaim jarak tempuh 500 km dan pengisian DC 30-80% dalam 24 menit
- Ventilated seats dan panoramic roof menambah kenyamanan kabin
- Wireless charging 50 watt dengan pendingin — jarang ada di kompetitor sekelas
- Bagasi fleksibel dengan dua posisi lantai dan power tailgate
Kekurangan dan Catatan
- Setir hanya tilt, belum telescopic — penyesuaian posisi berkendara terbatas
- Harga masih perkiraan Rp 350-400 juta, belum ada konfirmasi resmi
- Klaim 500 km dan 24 menit charging perlu diuji independen dalam kondisi Indonesia
- Jaringan layanan purna jual Aion di Indonesia masih perlu dibuktikan
Verdict: Cocok untuk Siapa?
Aion UT Premium menarik untuk Anda yang ingin hatchback listrik dengan kabin lapang, fitur keselamatan lengkap, dan jarak tempuh panjang di bawah Rp 400 juta. Ventilated seats dan wireless charging 50 watt menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di kelas ini.
Kalau prioritas Anda adalah setir yang bisa disesuaikan maju-mundur atau jaringan servis yang sudah terbukti luas, pertimbangkan untuk menunggu harga resmi dan melihat opsi dari BYD atau GWM. Perbandingan langsung dengan Dolphin dan Ora 03 sebaiknya dilakukan setelah ketiga mobil tersedia untuk test drive.